MITRA, RedaksiSulut – Ditengah semarak menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-77, justru di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), ‘kemerdekaan’ belum sepenuhnya dirasakan warga Desa Lowatag, Kecamatan Touluaan Selatan.
Bagaimana tidak, buktinya jalan yang menjadi akses di lewati menuju ke perkampungan, menurut warga bertahun-tahun kondisinya tak kunjung ‘merdeka’, malah semakin memprihatinkan dan rusak parah. “Jalan ini sudah rusak sekitar 7 atau 8 tahun. Sampai ini belum pernah di perbaiki,” ungkap warga yang menolak namanya di korankan.
Tak sampai disitu saja, seorang tokoh masyarakat Desa Lowatag pun mengungkapkan, warga setempat sudah cukup lama menikmati kondisi jalan yang rusak tersebut, hampir 10 tahun.
“Tu jalang memang so rusak sebelum pak Bupati JS (James Sumendap, red) menjabat pada periode pertama. Mar ini somo abis periode kadua, tu jalang pemerintah nda bekeng-bekeng sampe sekarang,” kata sumber.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah kabupaten Mitra, melalui Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rommy Ole, lewat Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Sylva Kaat menjelaskan, perbaikan jelan tersebut terkendala dengan kondisi keuangan.
“Usulan-usulan dari dewan, masyarakat dari musrembang usulan usulan itu ada prioritas. Misalnya usulan dari Kecamatan Touluaan Selatan ada berapa desa, dari situ mereka tentukan prioritas apa. Dan ada urutan urutan prioritas,” jelas Kaat.
Selain itu, menurut Kaat pihaknya juga menyesuaikan juga dengan anggaran. Jika kemudian jalannya panjang, untuk penanganannya membutuhkan anggaran yang besar. “Semacam ini kita bertahap bertahap melihat mana yang memang mendesak sekali. Seperti di Touluaan Selatan ada beberapa lokasi untuk tahun ini melalui APBD yang sementara dikerjakan,” jelasnya lagi.
Ia pun menjelaskan, pihaknya sampai saat ini berusaha memperbaiki jalan yang bisa diperbaiki dari dana yang bukan APBD, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK). “Karena APBD kita cuman sedikit, kecil dan terbagi bagi. Jadi prioritas apa yang boleh kita tangani itu yang kami tangani,” bebernya.
Ditambahkan Kaat, pihaknya pun akan melihat berapa panjang dari jalan yang rusak. “Kalau memang ada dana yang boleh ke situ (perbaikan jalan, red), terlebih dahulu kita perbaikj jalan yang memang rusak parah,” pungkasnya. (***)









