Kompol Charles Jadi Irup Harlah Pancasila di Morut

oleh -584 Dilihat

Kolonodale-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2026, di Pelataran Kantor Bupati Morut, Selasa (02/6/2026).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Wakapolres Morut, Kompol Charles B N Karimar SIK SH MH.

Sementara itu, Pelda Alimuddin dari Koramil 1311-03 Petasia dipercaya sebagai Pemimpin Upacara.

Peserta upacara terdiri atas seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemda Morut, personel TNI, Polri, serta dihadiri unsur Forkopimda Morut, pejabat instansi vertikal, dan pejabat Eselon II dan III di jajaran Pemda Morut.

Kompol Charles Karimar, saat membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof Drs K H Yudian Wahyudi, MA PhD, menegaskan, bahwa peringatan Harlah Pancasila bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila, tetap hidup dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”,BPIP menilai nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan dalam menjaga keutuhan bangsa, sekaligus menjadi jawaban atas tantangan global dalam menciptakan perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Keberagaman yang kita miliki justru menjadi kekuatan besar untuk terus menjaga persatuan,” ujarnya.

Dalam sambutan itu juga disampaikan, bahwa Indonesia merupakan contoh nyata bangsa besar yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan wilayah yang tersebar di lebih 17 ribu pulau.

Selain itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyusunan kebijakan yang berkeadilan sosial dan berpihak kepada masyarakat.

“Pancasila harus terus hadir dalam tindakan nyata. Kita harus menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang bisa mengancam harmoni kebangsaan,” ungkapnya.

Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat karena persatuannya, serta dihormati karena nilai-nilai kemanusiaannya.

“Selama semangat persatuan terus hidup dalam diri setiap anak bangsa, Pancasila akan senantiasa menjadi bintang penuntun dalam menjaga Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat,” kuncinya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.