Gorontalo-Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pohuwato, pada Kamis (10/07/2025).
Dalam kunjungan ini, Sekretaris Komisi IV, Ghalieb Lahidjun, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan mengalokasikan subsidi biaya pengkaderan organisasi mahasiswa melalui perubahan APBD 2024. Subsidi ini akan disalurkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
“Kami dari Komisi IV telah beberapa kali berdiskusi dengan pemerintah provinsi. Kami tegaskan bahwa kaderisasi organisasi mahasiswa adalah investasi masa depan, dan sudah waktunya pemerintah mengambil peran,” ujar Ghalieb.
Ghalieb menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran dana hibah tersebut tidak langsung mengalir ke cabang-cabang di daerah. Dana akan terlebih dahulu masuk ke tingkat provinsi (DPW), kemudian disalurkan ke masing-masing komisariat.
- Supardi : Kantah ATR/BPN Morut Pastikan Hadirkan Pelayanan Pertanahan Berkeadilan
- Gubernur Yulius Koordinasi Bersama Menaker, Dorong Revitalisasi BLK dan Perluasan Pelatihan Kerja
- BPKP Sulteng Serahkan LHEPP Pemda Morut TA 2026, Bupati Delis : Hasil Evaluasi Berikan Sejumlah Masukan Penting Untuk Perbaikan
“Kami ingin memastikan bahwa proses ini tidak hanya administratif, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil mahasiswa di lapangan,” ungkap Ghalieb.
Ghalieb menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi mahasiswa untuk mencetak kader-kader muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah. Ia juga meminta data teknis dari jumlah Kader HM Cabang Pohuwato untuk dibawa sebagai bahan argumentasi tambahan dalam rapat dengan pemerintah provinsi.
“Apa yang kami dapatkan hari ini akan kami teruskan sebagai bahan advokasi di tingkat provinsi. Kita ingin semua organisasi mahasiswa, tidak hanya HMI, bisa merasakan dampak dari kehadiran negara,” tutupnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal menuju hubungan kolaboratif antara lembaga legislatif dan organisasi kemahasiswaan, guna mencetak kader-kader muda yang tak hanya kritis, tetapi juga siap mengambil peran dalam pembangunan daerah. ***








