Gorontalo-Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (20/11/25). Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada percepatan pembangunan Outer Ring Road (GORR) Gorontalo, khususnya pada segmen III.
Dalam pertemuan itu, pemerintah pusat menegaskan bahwa pembangunan segmen III menjadi kunci untuk memangkas waktu tempuh menuju Pelabuhan Gorontalo serta mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini menumpuk di pusat kota. Kehadiran segmen terakhir ini juga dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan dua segmen sebelumnya yang sudah rampung.
Berdasarkan paparan Ditjen Bina Marga, seluruh dokumen readiness—mulai dari studi kelayakan, detail engineering design (DED), hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) telah dinyatakan siap. Satu-satunya kendala yang tersisa adalah pembebasan lahan, yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas.
Meski begitu, pemerintah memberikan ruang agar proses pembebasan lahan dilakukan secara bertahap melalui skema pendanaan APBD multiyears. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan hambatan terkait lahan tidak lagi menjadi penghalang dimulainya pekerjaan konstruksi.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
GORR sendiri masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN), karena dinilai berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar arus distribusi barang, dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Gorontalo.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, yang turut mendampingi Komisi III dalam konsultasi tersebut, menegaskan bahwa pihaknya mendorong agar pembebasan lahan segera dipercepat. “Pembebasan lahan bisa dilakukan bertahap dengan pendanaan multiyears. Yang penting prosesnya mulai berjalan agar konstruksi segmen III dapat segera dimulai,” ujarnya. (*)








