MORUT– Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan salah satu oknum warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok kepada mantan karyawan di PT.GNI yang ada di Kabupaten Morowali Utara (Morut) saat ini menunggu penerjemah.
Kasus ini secara resmi dilaporkan oleh Christina Yolanda Lanabu sebagai kakak korban ke Polres Morowali Utara pada hari Senin 26 April 2021 yang diterima langsung Kanit SPKT Bripka Masytian Suade.
Kasat Reskrim Polres Morut Iptu La Sida, SH. MH yang dikonfirmasi via pesan whatshap terkait progres kasus ini mengatakan tengah menunggu penerjemah. “Menunggu penerjemah,” tulis Iptu La Sida (4/5).
Sementara Christina Yolanda Lanabu yang kami konfirmasi pun mengatakan progres kasus ini tengah menunggu penerjemah bahasa.
- Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Penyakit Menular : Instrumen Hukum Penting Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Kesehatan
- Sekwan Niklas Silangen Dampingi Ketua Dewan Terima Kunjungan Badan Kehormatan Dan Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Ketua Dewan Andi Silangen Terima Kunjungan Badan Pusat Statistik Sulut : Koordinasi Terkait Penurunan Indeks Demokrasi Indonesia
“Saya telpon kasat Reskrim, di kasih tau bahwa mereka baru mau menyurat ke Polda, karena harus datangkan penerjemah, jadi nanti Polda ke Mabes Polri yang hubungi Kedubesnya di Jakarta,” ujar Yolanda (4/5).
Korban berinisial STP melalui keluarganya berharap kasusnya dapat diproses secara terang benderang dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini pun mendapat sorotan dari berbagai media, hingga saat ini baik Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morut belum ada yang menemui korban tersebut. (*/Johnny)







