Kaper BKKBN Sulut Paparkan Percepatan Penurunan Stunting di STIK Tomohon

Tomohon-Pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting perlu adanya kolaborasi dengan berbagai Pihak dalam penyelesaian permasalahan Stunting tak terkecuali dengan perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hal itu di katakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir Diano Tino Tandaju.ST.M.Erg, dalam pemaparannya tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang berlangsung di STIK Tomohon,Rabu (25/09/2024).

Dihadapan kurang lebih 260 Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesehatan (STIK) Gunung Maria Kota Tomohon, Tandaju menjelaskan Kota Tomohon menjadi satu-satunya Kota di Provinsi Sulut dengan capaian Prevalensi Stunting tahun 2022-2023 melampaui target nasional yakni 14  persen. “Dan di tahun 2024 target prevalensi stunting yang harus di capai oleh kota Tomohon sebesar 9,58 persen.” Ujar Tandaju.

Dalam kegiatan ini, Yayasan Ratna Miriam Sekolah Tinggi Kesehatan (STIK) Gunung Maria Kota Tomohon Henny Pongantung,Ns.,MSN.,DN.Sc, memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah dimana BKKBN sudah berbagi pengalaman dan pengetahuan program percepatan penurunan stunting, serta pencegahan stunting bagi generasi muda untuk Indonesia Emas terlebih bagi mahasiswa STIK sebagai calon tenaga kesehatan.

“STIK Gunung Maria Kota Tomohon akan menjadi contoh bagi Universitas lainnya dalam menyukseskan program pemerintah, Penanganan masalah stunting.” Ujar Pongantung.

Kegiatan tersebut di lanjutkan  dengan penandatanganan berita Acara Kerja sama antara Yayasan Ratna Miriam (STIK) Gunung Maria dan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut.

Diketahui, kegiatan ini di gelar oleh Yayasan Ratna Miriam Sekolah Tinggi Kesehatan Gunung Maria Kota Tomohon yang bertemakan “Percepatan Penurunan Stunting untuk mempersiapkan Indonesia Emas Tahun 2025”.

Turut mendampingi Kaper BKKBN Sulut, Sekban Lady D Ante,S.Pd,MAP, serta di hadiri Kadis PPKB Kota Tomohon Dra.Mareike Manengkey , Ketua Pokja Advokasi Umum dan Humas Ferrow I.R Ratu, SE, Satgas TPPS Sonny Manabung serta jajaran STIK Gunung Maria. (J.Mo)

Loading