Morut-Dalam upaya mendukung penuh Program Strategis Nasional (PSN) di sektor perkebunan, Kantor Pertanahan Kabupaten Morowali Utara turut andil dalam kegiatan Sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahun 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Daerah Kabupaten Morowali Utara ini diselenggarakan di Balai Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Rabu (29/4/2026).
Hadir mewakili Kepala Kantor Pertanahan, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, Irfan Mahmud bertindak sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kepastian hukum atas tanah merupakan fondasi krusial bagi keberhasilan program peremajaan sawit. Fokus utama yang disampaikan adalah mekanisme identifikasi dan verifikasi lahan masyarakat guna memastikan area perkebunan rakyat berada di luar area Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
- Janji Bupati Ismet 1.000 Sapi Terhambat Dokumen, Rolan Minta Copot Kadis Pertanian.
- Lantik 42 Kepsek SD Dan SMP, Bupati Delis : Kalian Orang Pilihan Dan Terpilih Bagi Pengembangan Mutu Kualitas Pendidikan di Morut
- TIFF 2026 Resmi Ditutup, Caroll Senduk: Festival Harus Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat
“Kepastian bahwa lahan rakyat tidak tumpang tindih dengan HGU bukan sekadar persoalan administratif. Ini adalah langkah nyata dalam memberikan perlindungan hak konstitusional warga atas tanahnya, sehingga bantuan pemerintah melalui program PSR dapat tersalurkan dengan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sinergi antara instansi vertikal dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu memitigasi potensi konflik agraria di masa depan serta mendorong produktivitas petani sawit di Morowali Utara melalui jaminan legalitas aset yang kuat. (*NAL)








