Sulut – Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara Debie Kalalo memastikan sampel balita kewarganegaraan China yang diisolasi di RSUP Prof RD Kandou negatif corona setelah diuji sampel oleh Kemenkes.
“Sampel kedua dari Balita GY, umur 2 tahun 6 bulan yang diperiksa di Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Kedokteran Dasar Badan Litbangkes Kemenkes RI, hasilnya: negatif corona,” kata Kadinkes Sulut di Manado, Minggu (9/2/2020).
Sebagai informasi, Jajaran Dinas Kesehatan Sulut juga mengambil sampel serupa untuk kedua orang tua GY yang berinisial WZ dan LD. Mereka mendampingi GY selama proses isolasi. Hasil sampel laboratorium dari WZ berumur 36 tahun (laki-laki) dan LD berumur 31 tahun (perempuan) juga negatif corona.
Oleh karena itu, Kadinkes Sulut menerangkan bahwa balita tersebut akan dikeluarkan dari rumah sakit.
- Pemprov Sulut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan, Gubernur Yulius Minta Semua Pihak Harus Sigap dan Waspada
- Kansil Pimpin Rapat Paripurna Perubahan KUA PPAS 2026, Pendapatan Bertambah 33,9 M, Belanja Bertambah 40,4 M
- Hadiri Rakor GTRA Sulteng 2026, Miqdam : Langkah Nyata Selaraskan Kebijakan Strategis Tingkat Provinsi Dengan Implementasi di Daerah
“Berdasarkan hasil ini dan kondisi kesehatan dari yang bersangkutan sudah membaik, maka tim dokter yang merawat yang bersangkutan merekomendasikan untuk dapat dikeluarkan dari rumah sakit,” tandas Kalalo seraya menyampaikan kepada masyarakat bahwa yang bersangkutan beserta keluarga tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. (*/JM)





