Minsel-Hutan yang berada di pegunungan tepatnya di perkebunan Posolo Kabupaten Minahasa Tenggara makin gundul dan rusak diakibatkan oleh para pelaku pertbangam ilegal yang datang dari luar Indonesia.
Akibat munculnya pelaku-pelaku pertambangan yang ilegal membuat kelangsungan hidup flora dan fauna juga masyarakat terancam, akibat perombakan hutan serta pengrusakan lingkungan yang tidak terkendali.
Terpantau media ini pada Senin (8/1/2024) lokasi milik Ko Wang Hai Feng dan Li Li hui sudah digundulkan untuk mengambil mas yang terkandung di perut bumi hutan Pasolo dan sudah mendirikan kamp dan petak-petak pengolahan emas.
Diketahui bahwa lokasi pertambangan tersebut dikelolah secara pribadi oleh Wang Hai Feng dan Li Li hui dan di duga tidak mengantongi ijin sehingga menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat karena tidak mengolah lingkungan serta hutan dengan baik.
- Hadirkan Semangat Baru Bagi Warga Terdampak Banjir, PLN UP3 Gorontalo Salurkan 535 Paket Sembako di Lima Desa di Gorontalo Utara
- Semangat Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Kotamobagu Salurkan 150 Paket Sembako untuk Masyarakat Miskin Ekstrem di Bolaang Mongondow Utara
- Gubernur Yulius Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan Demi Masa Depan Generasi Mendatang
Kegiatan ilegal tersebut membuat Kepala Badan Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Kaban LI-Bapan) Marthen Sulla meminta Kapolda Sulut mengusut serta menindak oknum pelaku pengrusakan hutan dan lingkungan dengan modus pertambangan.
“Mereka warga asing tidak memiliki ijin pertambangan dan ijin lingkungan, jadi itu salah satu dasar Kapolda untuk menindak mereka”. Ujar Sulla. (*/onal-m)






