Joune Ganda Luncurkan DEWI MINUT MEMIKAT, Potensi Wisata Desa Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi

oleh -1080 Dilihat

Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mendorong desa-desa mengembangkan potensi wisata secara mandiri melalui inovasi DEWI MINUT MEMIKAT (Desa Wisata Minahasa Utara Mandiri, Terintegrasi dan Memikat).

Inovasi yang digagas Dinas Pariwisata (Dispar) Minahasa Utara itu resmi diluncurkan Bupati Joune James Esau Ganda dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (2/11/2026).

DEWI MINUT MEMIKAT menjadi salah satu dari delapan inovasi daerah yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Program ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan desa wisata melalui pengembangan kelembagaan, produk wisata, sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara, Jein Barantian, S.E., M.Si., menggagas inovasi ini sebagai upaya memperluas pengembangan pariwisata agar tidak hanya bertumpu pada destinasi yang sudah dikenal, tetapi juga menjangkau desa-desa yang memiliki potensi wisata.

Melalui program tersebut, setiap desa didorong mengembangkan keunggulan lokal sesuai karakteristik masing-masing, mulai dari wisata bahari, pesisir pantai, wisata alam, budaya, tradisi, kuliner hingga kerajinan.

Pengembangan potensi itu diharapkan menghasilkan produk wisata yang memiliki daya tarik dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Selain pengembangan produk, penguatan kelembagaan desa wisata menjadi bagian penting dalam program ini. Pengelolaan yang terorganisasi diharapkan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan destinasi, membangun kerja sama, serta menciptakan usaha berbasis pariwisata.

Peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian, terutama bagi pengelola destinasi, kelompok sadar wisata dan pelaku usaha pariwisata. Mereka didorong meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan destinasi dan pelayanan kepada wisatawan.

Sementara itu, pemanfaatan teknologi digital diarahkan untuk memperluas promosi destinasi agar potensi wisata desa di Minahasa Utara semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah daerah berharap pengembangan desa wisata tidak berhenti pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat melalui pembukaan peluang usaha dan lapangan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa inovasi yang dihasilkan melalui pengembangan kompetensi ASN harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mengingatkan agar inovasi tidak sekadar menjadi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, tetapi harus diterapkan serta dikembangkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan daerah.

“Saya berharap inovasi yang dihasilkan ini bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan sebagai peserta PKN. Inovasi ini harus menjadi sebuah legacy, harus dilaksanakan dan terus dikembangkan. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap seluruh program inovasi yang sudah ada, termasuk inovasi dari peserta sebelumnya,” tegas Joune.

Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap inovasi daerah harus memiliki keberlanjutan dan tidak berhenti setelah diluncurkan.

Bagi Dinas Pariwisata Minahasa Utara, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan DEWI MINUT MEMIKAT ke dalam program kerja yang terukur, termasuk memastikan penguatan kelembagaan, pengembangan produk, peningkatan kapasitas pengelola, dan promosi digital berjalan secara terintegrasi.

Dengan potensi wisata yang tersebar di berbagai wilayah, Minahasa Utara memiliki peluang untuk mengembangkan lebih banyak desa sebagai destinasi wisata yang memiliki identitas dan keunggulan tersendiri.

Melalui DEWI MINUT MEMIKAT, pemerintah daerah menargetkan pengembangan pariwisata desa yang lebih terarah dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Inovasi ini diharapkan memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi lokal.

Namun, keberhasilan program tersebut akan ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, konsistensi pendampingan, serta kemampuan setiap desa mengelola potensi wisata secara profesional dan berkelanjutan. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.