Manado – Mempertimbangkan situasi saat ini, dimana semakin meningkatnya jumlah positif Covid-19 di Sulawesi Utara, yang didominasi kota Manado.
Apalagi dengan semakin meningkatnya jumlah pasien positif dari klaster Karombasan (Pasar Pinasungkulan) di kecamatan Wanea, Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota (Pemkot) Manado.
Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut,SH, M.Si, DEA, meminta Kepala Puskesmas Ranotana bersama PD Pasar Manado melakukan rapid test masal bagi penjual dan pedagang di Pasar Pinasungkulan.
“Kalau masih ditemukan ada penjual yang setelah dilakukan rapid hasilnya reaktif, maka rencananya Minggu depan akan dipertimbangkan petutupan sementara kegiatan di pasar Pinasungkulan.” Ujar Walikota GSVL.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Namun sebelumnya, Walikota GSVL meminta pendapat Forkompinda Manado terkait penutupan sementara pasar karombasan.
Diketahui kemarin, Jumat (15/05/2020) klaster Karombasan menyumbang 7 pasien Positif Covid-19, dan jika hari ini masih ada ketambahkan, maka Walikota GSVL akan segera melakukan koordinasi dengan Forkompinda Manado, membahas rencana penutupan sementara Pasar Pinasungkulan dengan berpedoman pada penerapan protokol kesehatan.
“Nantinya selama masa penutupan sementara, pedagang akan dipindahkan keseputaran lokasi stadian Klabat Manado, ujar Walikota GSVL.
Walikota GSVL telah meminta Direksi PD Pasar Manado untuk mempersiapkan lokasi sementara bagi pedagang, diseputaran stadion Klabat dan jalan, sambil melaksanakan protokol kesehatan super ketat.
“Ayo terapkan dan patuhi protokol kesehatan ketat, tetap jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari bahaya covid 19 ini, ” ajak Walikota GSVL. (JM)







