Manado-Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Kamis sore (6/2/2025), saat jenazah Marco Tirayoh akhirnya tiba di tanah kelahirannya.
Puluhan anggota keluarga dan masyarakat setempat menyambut kedatangannya dengan penuh duka.
Tak hanya itu, tarian perang tradisional Kabasaran turut mengiringi prosesi penyambutan, mencerminkan penghormatan mendalam bagi almarhum.
Setelah melalui proses singkat di bandara, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Airmadidi Bawah, Kabupaten Minahasa Utara, untuk disemayamkan.
- Kapolresta Bandung Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Arjasari
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
Sebagai informasi, Marco Tirayoh adalah warga Airmadidi yang meninggal dunia di Kamboja pada awal Januari 2025. Semasa hidupnya, ia diketahui sempat bekerja di negara tersebut sebelum akhirnya berpulang.
Keluarga besar almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah, terutama kepada Andy Rompas dan Nancy Hendriks, yang berperan besar dalam upaya tersebut.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam upaya pemulangan saudara kami dari Kamboja sampai di tanah kelahirannya, terima kasih juga kepada Andy Rompas dan Nancy Hendriks. (T3)





