Manado-Suasana haru menyelimuti Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Kamis sore (6/2/2025), saat jenazah Marco Tirayoh akhirnya tiba di tanah kelahirannya.
Puluhan anggota keluarga dan masyarakat setempat menyambut kedatangannya dengan penuh duka.
Tak hanya itu, tarian perang tradisional Kabasaran turut mengiringi prosesi penyambutan, mencerminkan penghormatan mendalam bagi almarhum.
Setelah melalui proses singkat di bandara, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Airmadidi Bawah, Kabupaten Minahasa Utara, untuk disemayamkan.
- Wali Kota Caroll Senduk Promosikan Potensi Investasi dan Pariwisata Tomohon di FLEI 2026
- Polemik Tanah Sisa, Komisi III DPRD Sulut Panggil Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Jalan Tol Manado-Bitung
- Kawal Kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo, PLN UID Suluttenggo Berhasil Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan
Sebagai informasi, Marco Tirayoh adalah warga Airmadidi yang meninggal dunia di Kamboja pada awal Januari 2025. Semasa hidupnya, ia diketahui sempat bekerja di negara tersebut sebelum akhirnya berpulang.
Keluarga besar almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah, terutama kepada Andy Rompas dan Nancy Hendriks, yang berperan besar dalam upaya tersebut.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam upaya pemulangan saudara kami dari Kamboja sampai di tanah kelahirannya, terima kasih juga kepada Andy Rompas dan Nancy Hendriks. (T3)






