Pohuwato – Jelang Ramadhan Pemrintah Kabupaten Pohuwato bersama Forkopimda turun langsung mengecek kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional marisa, Rabu, (30/3/2022).
Di mulai dari beras, sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, ikan sampai pada daging ayam dan daging sapi ditinjau Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga yang didampingi sejumlah OPD terkait berupa dinas perindagkop, dan dinas pangan.
Menurut Bupati Saipul, kebutuhan pokok masyarakat atau sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan puasa perlu ditinjau oleh pemerintah untuk memastikan harga dari kebutuhan masyarakat pada ramadhan nanti.
Karena diakui bahwa kebutuhan pokok sudah pasti lebih meningkat dibanding hari-hari biasa. Artinya, kebutuhan masyarakat makin tinggi pada bulan puasa yang tinggal beberapa hari ini.
- Peringati Harkitnas Ke-118, Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Dengan Semangat Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
- Dapat Tanah Orang Tua, Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
- Perkuat Kepastian Hukum Untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Alhamdulillah, dari hasil operasi pasar bersama forkopimda dan dinas terkait sejumlah kebutuhan pokok masih stabil, meski ada beberapa yang terbilang naik akibat pasokan kurang. Menjelang ramadhan ini jelas bupati, daya beli masyarakat tetap terjaga dan rata-rata hasil jualan para pedagang tetap lancar setiap harinya. Namun bisa diprediksi pada bulan puasa nanti daya beli masyarakat makin tinggi lagi.
Bupati Saipul Mbuinga mengakui bahwa operasi pasar jauh hari sebelumnya sudah dijadwalkan dan pada saat ini turun langsung di pasar terbesar di kabupaten pohuwato.
“Ya, kami dari unsur forkopimda hari ini telah menjadwalkan untuk turun langsung ke pasar mengecek harga sembako dan lainnya, dan kami menanyakan satu persatu harga dari para pedagang mulai dari sayur, buah-buahan, daging ayam, daging sapi termasuk pula harga ikan.
Alhamdulillah, ada beberapa kebutuhan pokok yang memang naik, tapi ada juga beberapa bahan pokok lainnya masih tetap standar harganya. Terkait minyak goreng stoknya masih ada meski ada juga yang belum mendapatkan stok tersebut, akan tetapi ketersediaan saat ini dipastikan minyak goreng tetap tersedia sebagaimana hasil operasi di pasar tradisional marisa”,ungkap bupati. (*/Siti)








