Bitung- Masalah pengadaan rumpon yang terungkap dalam pembahasan Pansus DPRD Kota Bitung, tengang LKPJ Walikota tahun anggaran 2025 beberapa waktu lalu, mendapat respon dari walikota Hengky Honandar, SE.
Saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna penyampaian hasil pembahasan Pansus LKPJ dan keputusan DPRD, Jumat (8/5/2026), Honandar mengaku rumpon yang diadakan pada akhir tahun 2025 lalu tersebut memang ada yang hanyut dikarenakan cuaca ekstrim.
“Informasi yang saya terima memang ada rumpon yang hanyut. Tapi bukan karena kualitas rendah, tapi itu karena faktor cuaca dibulan Februari lalu yang sangat ekstrim. Jadi itu memang murni force major,” ujar Honandar.
Dikatakannya, menindak lanjuti akan hal tersebut, pihaknya sudah memerintahkan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan secepatnya, karena rumpon itu diperuntukan bagi nelayan pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
“Saya sudah perintahkan instansi terkait untuk segera dilakukan perbaikan. Secepatnya itu sudah selesai,” jelasnya.
Seperti diketahui, pengadaan rumpon atau rakit ini, yang berbandrol 1,8 miliar rupiah untuk 18 buah, dimana masing-masing 100 juta rupiah, muncul saat pembahasan Pansus LKPJ bersama pemerintah Kecamatan.
Anggota Pansus dari fraksi Nasdem, Alexander Wenas dan Yanni Ponengoh dari Gerindra mempertanyakan hal ini karena, selain nilainya yang cukup besar, juga peruntukannya. Bahkan anggota Pansus LKPJ dari fraksi Golkar, Cherry Mamesah meminta pimpinan DPRD untuk segera membentuk Pansus rumpon. Hanya saja, masalah ini tidak muncul di rekomendasi Pansus LKPJ. (hzq)







