SULUT – Apa definisi bahagia bagi kamu? Mungkin bahagia itu karena kecukupan, hidup mewah, banyak uang dan kaya harta.
Bahagia itu sebenarnya soal hati, memiliki hati yang nyaman, tenteram, dan selalu bersyukur, itulah bahagia sebenarnya.
Prinsip ini juga yang dipegang teguh Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni dalam menyusuri pahit dan manisnya kehidupan.
Pria kelahiran Lampung yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) Kemendagri ini menyebut kunci bahagia adalah murah dan sederhana.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
“Kebetulan saya gak hobby di jalan. Di kamar saya itu sudah bahagia. Bahagia saya itu murah dan sederhana. Kalau jalan itu bonus. Di kamar saja bahagia, apalagi jalan jalan, wuih lebih bahagia saya. Kalau kita bahagia dengan pakaian mahal trus gak dapat ya susah itu,” ucap Fatoni saat menikmati sunset di rooftop rumah dinas Gubernur Sulut di Kawasan Bumi Beringin Manado, Rabu (30/9/2020).
Kembali ke masalah bahagia itu murah dan sederhana, Fatoni menyebut semuanya itu tinggal bagaimana kita memaknai dan menikmati rasa bahagia itu.
Bisa jadi hanya dengan bekerja, kita mendapatkan rasa kebahagiaan. Jadi segala sesuatu juga harus dijalani dengan selalu berpikiran positif.
“Ini nih intinya, hobby saya itu kerja pak. Wuih bahagia sekali saya kalau kerja. Saya pernah buat status kantorku surgaku, diprotes pak. Lah kalau di kantor kita ndak bahagia gimana kerjanya. Intinya pikiran itu harus positif. Itu saja,” kunci pria lulusan S3 Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2009 ini. (*/JM)








