Minut-Status sebagai alumni Universitas Indonesia (UI) tidak boleh berhenti pada kebanggaan identitas. Di bawah kepengurusan periode 2026-2029, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Wilayah Sulawesi Utara dituntut mampu menerjemahkan ilmu, pengalaman dan kompetensi para anggotanya menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Ketua ILUNI UI Wilayah Sulawesi Utara, Joune Ganda, saat memimpin pelantikan pengurus periode 2026-2029 di Hotel Sentra Minahasa Utara, Sabtu (12/9/2026).
Bagi Joune, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momentum tersebut menjadi awal bagi jajaran pengurus untuk menjalankan agenda organisasi sekaligus memperkuat peran alumni UI dalam pembangunan Sulawesi Utara.
Ia mengapresiasi seluruh pengurus yang bersedia mengambil bagian dan memberikan diri dalam kepengurusan baru.
Namun, Joune menegaskan, ILUNI UI tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul dan menjalin silaturahmi antaralumni.
“Kalau kita bicara kontribusi, berarti kita memberi diri untuk memberikan apa yang kita miliki, ilmu pengetahuan yang kita miliki bagi kemajuan Sulawesi Utara,” ujar Joune.
Menurutnya, ILUNI UI Sulut memiliki modal besar untuk menghasilkan kontribusi tersebut. Para alumni datang dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang keahlian yang berbeda.
Keragaman itu, kata Joune, harus diolah menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan maupun program yang menjawab kebutuhan daerah.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepengurusan sebelumnya yang telah menjalankan berbagai kegiatan dan memberikan kontribusi bagi Sulawesi Utara.
Berbagai program tersebut akan menjadi pijakan bagi kepengurusan 2026-2029 untuk mempertahankan hal-hal yang baik sekaligus mengembangkan bentuk kontribusi yang lebih relevan.
“Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya juga menjadi contoh bagi kita di kepengurusan yang baru agar kita akan terus memberikan kontribusi terbaik bagi Sulawesi Utara,” katanya.
Untuk memastikan program organisasi tidak berhenti pada konsep, Joune menyebut penyusunannya akan dilakukan secara kolektif.
Masing-masing bidang diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan usulan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Seluruh usulan kemudian akan disusun berdasarkan skala prioritas, tahapan dan jadwal pelaksanaan.
“Kita akan melalui penyusunan program kegiatan bersama. Masing-masing bidang juga akan bisa memberikan usulan untuk bisa kita lakukan,” ujarnya.
Joune berharap seluruh pengurus terlibat aktif dalam menjalankan setiap agenda yang telah disepakati. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak dapat dibebankan hanya kepada ketua.
Setelah seluruh jajaran resmi dilantik, amanah tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
“Kalau kemarin ketua yang terpilih, sekarang sudah bersama-sama dengan seluruh pengurus. Maka ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama-sama,” tegasnya.
Ia pun mengajak jajaran pengurus menjadikan ILUNI UI Sulut sebagai organisasi yang tidak hanya kuat dalam jaringan alumni, tetapi juga mampu meninggalkan dampak bagi masyarakat.
“Ini adalah organisasi kumpul-kumpul, tetapi tetap memberikan dampak yang terbaik sesuai dengan disiplin ilmu yang kita miliki,” tegas Joune.
Menurutnya, kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar UI harus dibuktikan melalui karya dan pemikiran yang dapat dirasakan manfaatnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talk show yang membahas sejumlah isu strategis, baik dalam lingkup nasional maupun Sulawesi Utara.
Forum tersebut menjadi ruang bagi alumni dan peserta untuk bertukar pandangan, membedah perkembangan isu nasional serta mendiskusikan berbagai persoalan daerah.
Talk show sekaligus mempertegas arah kepengurusan baru ILUNI UI Sulut untuk menjadikan organisasi alumni sebagai ruang kolaborasi, pertukaran pengetahuan dan lahirnya gagasan yang dapat dikonversi menjadi kontribusi konkret bagi pembangunan daerah. (T3/*)







