Manado-Gubernur Sulut Prof DR (Hc) Olly Dondokambey menghadiri wisuda ke XXVII serta Dies Natalis ke XXVI Program Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Kristen Apollos Manado (STAKAM), di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (01/12/2023).
Dalam arahannya di hadapan civitas STAKAM, Gubernur mengatakan, wisuda bukan seremonial belaka. Banyak arti bagi kita yang sudah meraih sarjana. “Ada kepuasan tersendiri telah menyelesaikan satu tahap,” ungkapnya.
Gubernur Olly juga memberi apresiasi kepada civitas akademika STAKAM telah menunjukkan komitmen yang luar biasa, baik dalam memberikan pendidikan berkualitas serta menciptakan lingkungan akademis yang kondusif.
“Para mahasiswa yang telah selesai menuntut ilmu pendidikan adalah pilihan. Tentu harus bertanggungjawab ditengah-tengah masyarakat,” pintah Gubernur Olly.
- Bupati FDW Bersama Forkopimda Hadiri Ibadah Pemakaman Almarhum Farry Repi dari Keluarga Repi-Sangkoy di Ranomea
- “Viral Baliho Osco Kuasai Ruas Jalan Tomohon, Juru Bicara: Murni Dukung TIFF 2026, Bukan Agenda Politik”
- DPD LPM Kota Tomohon Dukung Pergelaran Seni Budaya, Siap Jadikan Menara Alfa Omega Panggung Kreativitas Seniman Lokal
Menurut Gubernur Olly STAKAM telah membentuk karakter mahasiswa. Sebab keberhasilan bukan hanya jumlah lulusan, tapi punya dampak positif bagi alumni yang telah berkarya di berbagai sektor kehidupan.
“Sekolah ini semacam sekolah misioner. Saya melihat secara kasat mata tidak ada keuntungan secara material, tapi memiliki keuntungan secara immaterial dalam kehidupan di tengah masyarakat,” ungkap Gubernur Olly.
“Ini sangat-sangat luar biasa benar keuntungan immaterialnya, meski tidak bisa diukur dengan materi,” tambah Gubernur Olly.
Selain itu, lanjut gubernur, lulusan STAKAM menjadi contoh bagi masyarakat luas. Apalagi setelah menjadi pemimpin harus dibarengi dengan integritas dan moral yang baik.
“Jadi tunjukkan integritas dan moral yang baik di tengah-tengah masyarakat, apalagi sebagai lulusan pendidikan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pungkasnya. (*)








