Sulut-Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sulut melaksanakan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Senin (28/04/2025).
Tampak hadir mendampingi Gubernur Yulius, Asisten I Denny Mangala, Asisten III Fransiskus Manumpil, Kepala Bappeda Provinsi Sulut Elvira Katuuk, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Clay Dondokambey, Inspektur Sulut Jemmy Kumendong, Kadis Diknas Femmy Sulut.
Pada pertemuan tersebut, Gubernur Yulius memaparkan terkait penyelesaian jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III, program ketangguhan banjir perkotaan, rencana pembangunan simpang susun Transmart Manado, operasional TPA Regional Mamitarang, pengelolaan sampah menjadi energi listrik (Psel) dan Limbah B3, peningkatan status dari jalan provinsi menjadi jalan nasional dan pembangunan jalan lingkar Pulau Salibabu.
Gubernur Yulius juga memaparkan lanjutan revitalisasi Danau Tondano termasuk proses revitalisasi Danau Tondano, serta rencana pembangunan perguruan tinggi di Bolaang Mongondow.
- Wakapolres Korompis Makin “Ganas”, Hari Ke Sidak, 3 Mobil Diduga Akan Tab Solar Diamankan di SPBU
- Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kapolres Junaidy : Momentum Penting Untuk Melakukan Refleksi Diri Bagi Seluruh Personel Polres Morut
- Kapolsek Marsel Tegaskan Pencegahan Karhutla di Wilayah Hukum Polsek Lembo
Sementara, Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen untuk percepatan pembangunan Sulawesi Utara sebagai gerbang perdagangan Asia Timur. “Peningkatan sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan pariwisata menjadi fokus utama, sejalan dengan arah pembangunan RPJMN 2025-2029,” ungkap Menteri PPN.
Pihaknya, lanjutnya, akan mendorong konektivitas dan penguatan kawasan perbatasan. “Kami mendorong konektivitas, pengembangan destinasi pariwisata Manado-Likupang, dan penguatan kawasan perbatasan. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci untuk membangun Sulawesi Utara yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tandasnya.(*)







