Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri ibadah menyambut Natal Pelayan Khusus (Pelsus) GMIM Wilayah Mapanget III di Jemaat GMIM Baitani Lapangan Manado, Sabtu (30/11/2019).
Dalam ibadah nampak hadir, Ketua Wilayah Mapanget III yang juga Ketua BPMJ GMIM Baitani Pdt. Janny Lompoliu dan para Ketua Jemaat di Wilayah Mapanget III.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengajak seluruh Pelsus untuk selalu bersyukur dan bersukacita dalam setiap waktu dan peristiwa.
“Syukur itu harus kita lakukan dimanapun. Torang tahu semua Tuhan Yesus itu datang dalam rangka memulihkan kita dari segala persoalan,” kata Olly.
- Terpilih Aklamasi Pimpin FASI Bitung, Randito Maringka Fokus Pada Pembinaan Atlit
- “Biar Gubernur!”: Diduga Diintimidasi, Mahasiswa Komunikasi UNG Pilih Seret Kajur ke Ombudsman
- Muharram Berkah 1448 H: YBM PLN UP3 Gorontalo Berbagi Kebahagiaan Lewat Kado Muharram dan Khitan Massal bagi Anak Yatim dan Dhuafa
“Bagaimana torang nda mo merayakan sukacita itu. Ini tugas kita semua, tugas kita bagaimana kita memaknai hari kelahiran Tuhan Yesus didalam kehidupan kita sebagai orang yang beriman, warga gereja, apalagi GMIM,” sambung Olly.
Disamping itu, Olly mengajak seluruh Pelsus untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan agar setiap tantangan dan persoalan yang dihadapi dapat dilewati dengan baik.
“Dalam sebuah persoalan pasti Tuhan campur tangan. Kalau Tuhan menghendaki, semua itu bisa terjadi. Torang boleh merencanakan semua dalam kehidupan kita, tapi selalu ada yang mengantar dimana kita akan capai itu. Tuhan menginginkan kita bersyukur dalam kehidupan kita sebagai warga gereja,” ungkap Olly.
Lebih lanjut, Gubernur Olly mengingatkan pentingnya sinergitas pemerintah dan gereja dalam pembangunan daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Tugas pemerintah dan gereja bisa seiring bersama berjalan menyelesaikan persoalan masyarakat. Persoalan masyarakat itu masalah kesejahteraan itu paling pokok. Itu tugas kita. Tugas pemerintah harus ada di tengah masyarakat dan begitu juga tugas gereja harus berada di tengah jemaat agar supaya semua persiapan yang kita hadapi kedepan bisa selesai dengan baik,” tutup Olly. (*/JM)






