Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memberikan pembekalan materi tentang “Wawasan Kebangsaan dilihat dari Sudut pandang Gereja” kepada peserta Konven Pelsus Laki-Laki Sinode GMIM yang dilaksanakan di Jemaat GMIM Moria Wulurmaatus Wilayah Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Sabtu (23/11/2019).
Dalam pembekalan nampak hadir, Ketua PKB Sinode GMIM Vicky Lumentut dan seluruh pengurus PKB Sinode GMIM.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly menerangkan posisi gereja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, gereja merupakan bagian dari masyarakat, dapat dilihat dari dua aspek, yakni sebagai pribadi atau komunitas orang beriman, dan sebagai institusi keagamaan.
“Sedangkan negara merupakan entitas yang secara institusional mempunyai wewenang dan legitimasi hukum untuk menerapkan berbagai kebijakan yang secara kolektif mengikat seluruh anggota masyarakat (termasuk warga gereja dan institusi gereja) demi kepentingan bersama,” ujar Olly saat menjelaskan materinya.
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dan KPK Jadikan Sulut, Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Karenanya, Olly menegaskan dengan tunduk dan taat kepada pemerintahan, orang beriman sama saja tunduk dan taat kepada Allah sesuai dengan Kitab Roma 13:1 yakni Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Dalam konteks itulah, tambah Olly, gereja baik sebagai pribadi maupun sebagai sebuah institusi harus mampu mengambil peranan aktif dalam pembangunan Negara dan bangsa.
“Dimana dalam tatanan NKRI, peranan yang diambil oleh warga gereja harus berlandaskan pada wawasan kebangsaan karena sejatinya memiliki tujuan yang sama,” imbuh Olly. (*/JM)






