Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, SE, bersama warga
Minsel – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, SE bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI yaitu Balai POM yang ada di Manado, melaksanakan Sosialisasi Bahaya Penggunaan Obat dan Makanan serta kesehatan Khususnya Penanganan Stunting.
Stunting di Indonesia diketahui berdasarkan data masih sangat tinggi berada di angka 27,7 persen.
Hal ini sangat penting dan menjadi perhatian khusus oleh ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene, SE bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado turun langsung mensosialisasikan kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi tentang bagaimana cara untuk pencegahan stunting terhadap anak.
Kegiatan sosialisasi tentang pencegahan Stunting Oleh BPOM Manado dan Ketua Komisi IX DPR-RI yang sangat di kenal dengan sapaan FER, bertempat di Kelurahan Ranoyapo, Kecamatan Amurang. Kamis (14/4/2022).
Felly Runtuwene, SE mengatakan, masalah stunting di Indonesia memerlukan penanganan yang tepat karena bisa menjadi salah satu ancaman serius bila tidak dilakukan tindakan pencegahan.” Ucap Runtuwene.
Oleh sebab itu, pemerintah sendiri sudah menargetkan program penurunan Stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Karena bicara masalah gizi buruk pada balita tidak hanya terkait masyarakat miskin tetapi juga bisa terjadi pada orang ber ada, karena banyak perempuan yang akan menikah sampai harus melakukan diet sehingga mempengaruhi kondisi gizi dalam tubuh kemudian pada proses kehamilan akhirnya ikut mempengaruhi gizi janin dalam kandungan dan ini problem kita sekaligus tanda awas bagi kita.” Jelas Runtuwene.
Namun demikian Politisi Partai Nasdem ini memberikan apresiasi bagi Provinsi Bali yang sukses menekan angka stunting di angka 10 persen sehingga ia berharap hal ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Target kita tahun 2024, 14,5 persen, nah di Bali referensinya sudah 10 persen, saya sampaikan bolehlah dijadikan contoh untuk provinsi lain datang kesana.” Ujar Runtuwene.
Beberapa faktor terjadinya gizi buruk juga disebabkan berbagai hal termasuk infrastruktur seperti ketersediaan air bersih, kondisi rumah yang tidak sehat, serta kebersihan dalam lingkungan.
Kegiatan ini juga di hadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fraksi Partai NasDem Stela Marlina Runtuwene, AMd.Sek. (QQ)














