Sulut – Ditengah pandemi virus corona, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw tak tinggal diam, tetapi terus mencari ide untuk mensejahterakan petani Sulut.
Terbukti, Dinas Perkebunan Daerah Sulut menggandeng Unsrat Sulut untuk program pengembangan kelapa di era pandemi covid-19.
Kadis Perkebunan Refly Ngantung mengatakan, supaya petani kelapa sejahtera dan tidak berharap ke kopra lagi, maka akan dibuat pengembangan kelapa dengan turunannya.
“Karena itu kami menggandeng para akademisi Unsrat khususnya Fakultas Pertanian untuk membantu masyarakat petani kelapa, “jelasnya.
- Kemeterian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat, Bukan Untuk Jadikan Tanah Adat Sebagai Tanah Negara
- Menteri ATR/Kepala BPN Dan Menteri PKP Sepakati Program Sertipikasi Gratis, Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
- Evaluasi Semester II, Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98 Persen Untuk Tahun 2026
Ngantung menjelaskan Gubernur Olly dan Wagub Kandouw selalu memperhatikan petani Sulut dengan melakukan pemberdayaan terhadap petani.
“Jadi petani kelapa tak cuma tahu kopra saja, tapi ada turunan agroindustri yang akan diolah menjadi cemilan ringan, VCO dan minuman sehat,” jelas Ngantung.
Sementara Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unsrat Dedie Tooy mengapresiasi kepemimpinan ODSK karena ditengah pandemi corona terus memperhatikan rakyatnya terutama petani kelapa.
“Karena kelapa sangat potensial dikembangkan mulai dari akar sampai daun. Kami tim Unsrat dan Dinas perkebunan Sulut sudah berdiskusi tentang sektor hilir Kelapa. Diharapkan akan semakin berdampak ke petani Sulut,” ujarnya.
Tooy menambahkan jika sektor hilir kelapa berjalan bagus akan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa.
“Karena itu kami pun akan mendampingi petani untuk mengolah agroindustri kelapa mulai dari VCO, cemilan ringan dan minuman sehat, “tambah Tooy yang didampingi rekan tim Tommy Lolowang. (JM)






