Minahasa – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Frits R. Muntu, S.Sos mewakili Bupati Minahasa membuka Pertemuan Penguatan Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting (Rembuk Stunting) Kabupaten Minahasa, bertempat di salah satu Hotel di Manado, Rabu (16/3/2022).
Dihadiri oleh Ketua DPRD Minahasa yang diwakili oleh Herson Walukouw, SH., dan Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan, Drs. Riviva Maringka, M.Si, yang ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama dalam hal Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Minahasa oleh para Kepala OPD yang hadir, masing-masing Kepala Bapelitbang, Philip Siwi, SE, Kepala Dinas Sosial, dr Maya Rambitan, M.Kes, Kepala Dinas PUPR, Silvanus Teddy Lumintang, ST, Kepala Dinas Kominfo, Agustivo Tumundo, SE, M.Si, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Hansje Wuwungan, M.Pd, Plt Kepala Dinas PPKB, Syultje Panambunan, SE, MAP, dan para Camat se-Kabupaten Minahasa, yang turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Gabby Doaly, M.Kes, Kepala Bidang Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes, Juniani Mogot, Amd, Farm,Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes, Meity Runtunuwu, S.Kep, dan jajaran terkait lainnya.
Dalam sambutannya Seksa Muntu mengatakan atas nama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai Dinas Kesehatan ini mengingat persoalan Stunting bukan hanya di masa sekarang tetapi menyangkut masa depan generasi penerus kita semua.
Dikatakan Sekda bahwa tujuan Rembuk Stunting ini berupa pemaparan data sasaran dan layanan, permasalahan stunting dan analisis penyebabnya, pembahasan dan penyepakatan usulan program intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam bentuk FGD.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan dalam upaya penurunan Stunting di Kabupaten Minahasa, karena dari survei pemantauan status gizi prevelensi Stunting tahun 2016, di Kabupaten Minahasa memperoleh angka 24% kemudian tahun 2017 naik menjadi 37,6% dan tahun 2018 turun menjadi 20,12%, kemudian survei status gizi Balita tahun 2019 prevalensi Stunting turun menjadi 15,8%, selanjutnya tahun 2020 menjadi 3,21% dan tahun 2021 diperoleh angka 1,26%,” ungkap Sekda Muntu.
Ditambahkan Sekda bahwa tujuan analisis situasi untuk memberikan informasi bagi keputusan strategis dalam hal memprioritaskan alokasi sumber daya yang dikelola bagi peningkatan cakupan layanan pada intervensi gizi prioritas, memprioritaskan upaya perbaikan manajemen layanan bagi peningkatan akses rumah tangga 1.000 HPK secara simultan terhadap intervensi gizi prioritas, serta meningkatkan efektivitas sistem manajemen data untuk menunjang keputusan alokasi program dan lokasi fokus.
“Agar dilakukan upaya untuk penurunan stunting ini dengan mengupayakan dukungan semua pihak baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi maupun masyarakat melalui intervensi spesifik maupun sensitif, sehingga upaya dalam rangka menyongsong bonus demografi 2030-2040 dan mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045 nantinya dapat terwujud.” Ujar Sekda Muntu.
Sehari sebelumnya, pada Selasa, 15 Maret 2022, Sekdakab Frits Robert Muntu juga telah membuka Pertemuan Analisa Pelaksanaan Kovergensi Stunting, yang turut dihadiri oleh Team Leader Iney Kementeria Dalam Negeri Regional V Makassar Sam Patoro Larobu SH MH, Asisten I sekaligus Plt Kadis Kesehatan Drs Riviva Maringka MSi, para Kepala OPD terkait dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Minahasa. (Ronny)








