Manado – Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menghadiri secara virtual Puncak Acara Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Gubernur Sulut, Rabu (9/2/2022).
Dibuka secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo, HPN yang diperingati setiap tanggal 9 Februari serta bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun ini digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Tema HPN mengangkat isu terkait lingkungan hidup, selain masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya kemajuan teknologi komunikasi, utamanya yang berkaitan dengan dampak pandemi Covid-19.
Untuk itu dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku memahami tekanan yang luar biasa yang dihadapi industri pers nasional dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Menurutnya, selain karena pandemi, tekanan yang dirasakan akibat disrupsi digital serta keberadaan platform-platorm raksasa asing yang menggerus potensi ekonomi dan pengaruh media-media arus utama.
- Gubernur Yulius Selvanus Bersama Forkopimda Sulut Kawal Visi Presiden Prabowo : Bangun Kedaulatan Ekonomi dari Desa
- Wali Kota Tomohon Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto
- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
“Meski begitu, Saya meminta seluruh insan pers untuk tetap bekerja menyampaikan informasi dan meningkatkan literasi dengan baik guna membangun optimisme dan membangun harapan sehingga masyarakat tetap tangguh menghadapi dampak Covid-19,” jelas Presiden.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam keterangan persnya usai mengikuti Puncak Acara HPN, mengajak setiap insan pers bisa bekerja secara bergotong royong dalam menyajikan berita yang tepat dan akurat.
“Insan pers harus mampu memberikan informasi yang benar dan bisa dipercaya kepada masyarakat, jangan sampai beritanya kalah dengan berita hoaks. Ini tujuannya adalah untuk menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang nyaman, melalui sajian berita-berita akurat dan terpercaya,” tuturnya.
Mengakhiri keterangannya, Puan Maharani menilai bahwa insan pers harus hadir sebagai lembaga yang dapat memverifikasi isu-isu yang beredar di masyarakat, dalam tugas dan kewajibannya mengedukasi masyarakat, mengingat pers merupakan pilar keempat dalam demokrasi. (*/J.Mo)








