Dengan Adanya Kejadian Menimpa Sejumlah Remaja, Wilar Sebut Bitung Layak Waspada

Bitung, Redaksisulut – Dengan adanya beberapa aksi memiriskan yang terjadi di Kota Bitung, terakhir ini Kecelakaan sejumlah Remaja di Danowudu, Perkelahian gadis remaja di dua tempat Bitung yang Viral di media Sosial serta dugaan Vidio porno yang diunggah di Media Sosial kemudian maraknya ‘nge-ehabond’, Pemerhati sosial Daerah Kota Bitung Drs Boaz Wilar angkat bicara.

Menurutnya, dunia Pendidikan Kota Bitung layak waspada menyusul terjadinya sejumlah peristiwa yang menimpa para pelajar di kota digital ini. Bahkan dirinya menyampaikan bahwa hal ini harus ada peringatan dini segera dan harus ada penanganan serius di Kota Digital ini.

“Saat ini Pentingnya dilakukan pengawasan bersama Orang Tua,Tokoh Agama dan Masyarakat serta Pemuda harus kontinyu dan memberi efek akumulasi jangka panjang, dimana pembiaran yang terjadi selama ini dimasyarakat menjadi salah satu persoalan mendasar hingga pola dan tingkah remaja makin dominan dengan hal-hal negatif”. Katanya.

Wilar menyorot tren yang terjadi di antara banyak kasus dipengaruhi oleh merebaknya aplikasi pertemanan seperti mi chat, tiktok dan video prank.

“Sangat dilematis untuk meredam pemanfaatan ITE karena di Indonesia belum ada kebijakan blok aplikasi yg merugikan masyarakat. Langkah utama yang diharapkan bisa mengurai terkait laka lantas kiranya instansi terkait hingga kelurahan dapat buat kerjasama Satpol PP, Kepolisian dan Pala untuk sosialisasi dan penindakan anak-anak yang menggunakan sepeda motor yang melanggar aturan jelas UU Lalu lintas”. Kata Wilar.

Wilar juga mengatakan bahwa jika berkaitan seks bebas bisa dilakukan kontrol terhadap aplikasi pertemanan di media sosial.

“Termasuk penyimpanan khusus yang hanya bisa dibeli orang dewasa (konter khusus, seperti penjualan miras) dan pembatasan waktu beli serta usia pembeli. Dilarang dijual di seputaran sekolah dan ruang publik”. Jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bitung, Ir. Maurits Mantiri, MM dan Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE menyikapi kejadian-kejadian yang menimpa para remaja meminta agar semua pihak untuk mengambil sikap dan segera melakukan langkah-langkah preventif. Termasuk yang paling mudah dilakukan mengingatkan para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak terutamanya yang masih duduk di bangku sekolah.

Maurits-Hengky bersama jajaran tengah menyiapkan penanganan yang lebih terintegrasi, dalam rangka selain meminimalisir aksi-aksi minus para pelajar, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bitung yang giat-giatnya memanfaatkan digital sebagai bagian kegiatan pemerintah dan kemasyarakatan.

“Penanganan harus dari hulu ke hilir, karena pemicu permasalahan di bidang pendidikan ini makin kompleks. Kami sudah menyikapi ini dengan memberi edaran dan memfungsikan lembaga teknis untuk melokalisir meluasnya masalah, di samping masih lagi terus merampungkan pola maupun pendekatan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan sifatnya”. Kata Maurits.

Untuk saat ini, pihak Pemkot sendiri sudah membicarakan hal ini melalui rapat yang dilakukan pada 31 Mei lalu dengan melibatkan Forkopimda, Tokoh masyarakat dan Gereja, Pemerhati pendidikan serta Instansi terkait lainnya. (*/Wesly)

Related posts