Minsel – Dana Bos atau Bantuan Operasional Sekolah yang diperuntukan di SD GMIM Makaaroyen Kecamatan Modoinding di duga di salah gunakan oleh oknum Kepala Sekolah.
Kepala Sekolah SD GMIM saat menjabat pertama kalinya banyak kegiatan yang di kerjakan diduga direkayasa, sehingga saat ada pergantian, oknum Kepsek tersebut diduga tidak dapat menunjukan hasil dari pada kegiatan dan pembelanjaan yang bersumber dari dana BOS.
Diketahui bahwa pergantian Kepala Sekolah SD GMIM Makaaroyen tidak berlangsung lama sehingga Kepala Sekolah Fony Manopo dikembalikan lagi ke SD GMIM Makaaroyen.
Dengan dikembalikannya Fony Manopo sebagai Kepala Sekolah SD GMIM Makaaroyen membuat lebih banyak lagi dugaan penyimpangan dana BOS.
Informasi yang didapat oleh wartawan media ini bahwa ada sejumlah kegiatan di Sekolah dengan memakai dana BOS tapi pekerjaan tersebut di alihkan oleh Kepsek ke kebun milik pribadinya.
Menurut sumber yang namanya (red) tidak mau di publikasikan menyampaikan bahwa oknum Kepala Sekolah SD GMIM Makaaroyen diduga menyelewengkan Dana BOS. “Terlihat bahwa tidak adanya kegiatan yang menggunakan Dana Bos dan banyak yang direkayasa.”Ucap sumber, (red).
Kepala sekolah Fony Manopo saat dikonfirmasi membantah hal tersebut, menurutnya ada kegiatan yang pembayarannya melalui Bendahara sekolah.
“Saya mentransfer kepada Bendahara untuk membayar para pekerja yang ada di sekolah, dan kegiatan pembelanjaan ATK dan foto kopi itu dibayar ke rekanan (Toko) dengan mentransfer.” Jelasnya.
Lain halnya dengan penyampaian Bendahara Sekolah, Susy Wowor kepada media ini, bahwa dirinya tidak menerima transferan untuk membayar apapun yang ada di sekolah.
“Saya tidak pernah menerima uang yang ditransfer oleh Kepala Sekolah, semua itu dibayarkan oleh Kepsek langsung” Jelas Wowor. (Onal Mamoto)









