Minut – Warga Masyarakat Muslim Jama’ah Mesjid Al ‘ikhsan Desa Klabat Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara menerima ribuan paket sembako dari Pemerintah Provinsi Sulut.
Paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 diterimah langsung oleh Imam Mesjid Al ‘ikhsan, Ahmad Kaya didampingi Ketua BTM, Sekretaris dan Bendahara Masjid Al ‘ikhsan Desa Klabat.
Bantuan Pemprov Sulut oleh Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw adalah untuk meringankan beban masyarakat Sulut yang saat ini terdampak Virus Corona dan penyaluran pun hampir disemua Kabupaten Kota sudah disalurkan.
Paket sembako dikemas dalam tas berisi 5 kilogram Beras, 10 bungkus Mie instan, 1 liter Minyak goreng, 3 Kaleng ikan siap saji dan 5 buah Masker didistribusikan melalui lembaga keagamaan dan pembagian sembako juga menerapkan physical distancing.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Gubernur Sulut Olly Dondokambey berharap bantuan Sembako ini bisa meringankan beban masyarakat akibat dampak Covid-19 dan beliau mengajak masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di Sulut.
“Upaya pencegahan Covid-19 harus dilakukan semua masyarakat, karena obat dan vaksin corona belum dapat ditemukan hingga kini,” ungkap Gubernur Olly.
Ia juga mengajak warga masyarakat untuk gemar berolahraga dan gemar makan ikan yang mengandung protein tinggi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Salah satu Tokoh Muslim Masyarakat Desa Klabat, Ainun M Saleh mengatakan, masyarakat muslim Desa Klabat sangatlah bersyukur dengan adanya bantuan Sembako dari Pemprov Sulut.
“Bantuan ini sangatlah membantu masyarakat karena bisa meringankan beban yang dialami akibat adanya pandemi Covid-19,” kata Ainun yang juga Guru ASN di SMAN 7 Manado ini. (*/JM)








