SITARO-Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Kalangit, mengikuti rapat koordinasi (rakor) nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2025 secara virtual pada Senin (21/4/2025).
Rakor ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dan daerah untuk menekan inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat.
Bupati Chyntia menekankan perlunya kolaborasi multisektor guna menjaga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok di wilayah kepulauan seperti Sitaro.
“Tantangan geografis dan distribusi unik mengharuskan pendekatan tidak hanya ekonomi, tetapi juga penguatan logistik dan produksi lokal,” ujarnya.
- Bupati FDW Terima Kunjungan Panitia Dies Natalis Ke-68 Fakultas Hukum Unsrat Tahun 2026
- Janji Bupati Ismet 1.000 Sapi Terhambat Dokumen, Rolan Minta Copot Kadis Pertanian
- Lantik 42 Kepsek SD Dan SMP, Bupati Delis : Kalian Orang Pilihan Dan Terpilih Bagi Pengembangan Mutu Kualitas Pendidikan di Morut
Rakor berfokus pada sinergi Pemda dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta antisipasi fluktuasi harga, terutama jelang hari besar keagamaan dan musim tertentu.
Sekda Denny Kondoj menambahkan, evaluasi program harus berbasis data akurat agar keputusan berdampak pada stabilitas ekonomi.
Asisten Sekda Eddy Salindeho menyoroti pentingnya dukungan kepada UMKM untuk menjaga stabilitas pasokan.
“Dengan penguatan usaha kecil, rantai pasok tetap terlindungi dari tekanan inflasi global,” jelasnya.
Keikutsertaan Pemkab Sitaro dalam rakor ini menunjukkan komitmen daerah dalam bersinergi dengan pusat.
“Dengan pendekatan adaptif, inflasi di Sitaro diharapkan terkendali demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (ighel)








