Buka Rembuk Stunting Tingkat Morut 2024, Wabup Djira : Intervensi Dan Evaluasi Wajib di Lakukan

Morut-Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd, membuka secara resmi kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Morut Tahun 2024, di ruang rapat Tepotowoa Bappelitbangda Morut, Kamis (07/03/2023).

Rembuk stunting tingkat Morut 2024, dilaksanakan dalam rangka strategi penanganan pencegahan stunting di Kabupaten Morut, dan penentuan lokus stunting di 2025.

Wabup Djira, saat membuka kegiatan itu, menyampaikan, capaian persentase angka penurunan stunting di Morut cenderung belum stabil, karena urusan stunting merupakan permasalahan yang serius yang perlu tetap mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terkait.

“Intervensi dan evaluasi wajib dilakukan, kita harus memiliki kesepakatan bersama untuk solusi permasalahan stunting, agar penurunan angka stunting di daerah bisa berada dibawah 14 persen sesuai dengan standar Nasional. ” ujar Wabup Djira.

Wabup Djira, menjelaskan, setiap Dinas yang terlibat langsung dalam upaya penurunan stunting, harus memiliki program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan, termasuk seluruh data yang diperoleh setiap Kader Desa dilapangan dalam pelayanan masyarakat juga menjadi data penting, untuk menentukan persentase stunting di bumi tepo asa aroa tercinta.

“Mekanisme kerja harus sesuai dengan perencanaan, dan data yang diperoleh harus memiliki validasi karena akan menjadi bagian penting dalam perhitungan persentase stunting. ” Jelasnya.

Ia berharap, seluruh pihak terkait bisa berkerjasama dengan baik dalam upaya penurunan stunting, seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan lancar untuk capaian angka stunting di Kabupaten Morut sesuai standar Nasional yang digariskan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadinkes Morut, Alno Berniat, SKM MKes, Kepala Bappelitbangda Morut, Gerzom Tandi, ST MEng, Kadis P2KBP3AD Morut, Drs Romelius Sapara, Tim TPPS Kabupaten, Kepala Puskesmas Kolonodale, Ketua TPPS Desa/Kelurahan, serta Kader Desa. (Diskominfo/NAL)

Loading