Talaud,-Tak mengherankan elektabilitas Elly Engelbert Lasut (E2L) sebagai calon Gubernur Sulut di Kabupaten Kepulauan Talaud terbilang rendah.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, jika head to head dengan pasangan Steven Kandouw-Denny Tuejeh, Elly Lasut yang berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw (HJP) hanya memperoleh elektabilitas 34,3 persen, berbanding 65,7 persen suara Steven Kandouw-Denny Tuejeh.
Ternyata, penilaian minor warga Talaud kepada Elly Lasut salah-satunya dipengaruhi kinerja di bidang kebersihan.
Terpantau, sampah berserakan hampir di setiap sudut Kota Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud.
- Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan I-2026 Tetap Positif Tumbuh Impresif 5,54 Persen,Lampaui Target Nasional
- Ketua Umum HMI Cabang Boalemo Kecam Terkait Dugaan Tindakan Represif Aparat Kepolisian terhadap Kader HMI
- 50 Persen Bidang Tanah di Sulteng Bersertipikat, Wamen Ossy: Ini Menunjukkan Sulteng Terus Bertumbuh
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Talaud, Fransiscus Manumpil, langsung mengerahkan jajaran mengangkat sampah yang berserakan.
Fransiscus Manumpil harus kerja ekstra keras membersihkan kota dari ‘kepungan’ sampah yang tak mampu diselesaikan Bupati Talaud sebelumnya.
Bahkan, menurut beberapa petugas kebersihan, mereka belum menerima gaji beberapa bulan terakhir. Sampah yang sudah menggunung belum diangkat.
Kebersihan merupakan kerja normatif setiap pemimpin daerah, mestinya jadi perhatian serius,” jelas pemerhati masyarakat, Ventje Bilusajang, kepada wartawan, Jumat (27/9/2024). (*)






