Morut- Lima Desa di Kecamatan Bungku Utara terendam banjir, puluhan hektar lahan petani gagal panen akibat banjir tersebut.
Banjir yang merendam lima Desa itu akibat luapan sungai Siombo, sungai Ula dan Sungai Parigi meluap karena intensitas curah hujan yang tinggi sejak tanggal 16 Mei kemarin.
“Akibat intensitasi hujan yang tinggi dari kemarin, tiga sungai di Kecamatan Bungku Utara meluap dan menggenangi lima Desa di Kecamatan Bungku Utara” ucap Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto, (17/5/2021).
Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto bersama personelnya terpantau berjibaku membantu warga yang berusaha menyelamatkan sisa-sisa padi yang masih bisa mereka selamatkan dari rendaman banjir. Padi yang terlihat sudah menguning yang tinggal menunggu panen tersebut dinaikkan ikat demi ikat keatas alat sederhana yang meraka buat sendiri dari bahan Sterofom.
- Kesepakatan Berhasil Dicapai, Pemprov Sulut Dan DPRD Resmi Menandatangani Nota Kesepahaman KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027
- Wujudkan Pemerataan Energi di Daerah 3T, PLN Resmikan Peningkatan Layanan Listrik 24 Jam di Pulau Beeng Laut, Bebalang, dan Siladen
- 36 Anggota Paskibraka Tomohon 2026 Resmi Dikukuhkan, Caroll Senduk: Jaga Kehormatan Sang Merah Putih
“Kami terpaksa memanennya lebih awal pak, daripada busuk terendam banjir, yang masih bisa kami selamatkan, kami selamatkan pak dari pada rugi banyak.” ucap salah satu petani.Terima kasih pak Kapolsek telah bantu kami,” Ujarnya.
Kelima Desa tersebut memang sudah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba, akibat luapan debit air sungai. Hingga saat ini banjir yang menggenangi rumah penduduk tersebut mencapai pinggang orang dewasa, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika melihat intesitasi hujan yang tinggi.
Selain itu akibat banjir, akses jalan penghubung dari Desa Pokeang menuju desa Woomparigi, Desa Tambarobone dan Desa Tokala Atas, Desa Posangke dan Desa Taronggo tidak dapat dilalui kendaraan Roda dua maupun Roda empat, untuk korban jiwa nihil dan kerugian ditafsir puluhan juta rupiah, tertutama lahan pertanian yang terendam banjir. (Johnny)






