Morut- Lima Desa di Kecamatan Bungku Utara terendam banjir, puluhan hektar lahan petani gagal panen akibat banjir tersebut.
Banjir yang merendam lima Desa itu akibat luapan sungai Siombo, sungai Ula dan Sungai Parigi meluap karena intensitas curah hujan yang tinggi sejak tanggal 16 Mei kemarin.
“Akibat intensitasi hujan yang tinggi dari kemarin, tiga sungai di Kecamatan Bungku Utara meluap dan menggenangi lima Desa di Kecamatan Bungku Utara” ucap Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto, (17/5/2021).
Kapolsek Bungku Utara Ipda Radiyanto bersama personelnya terpantau berjibaku membantu warga yang berusaha menyelamatkan sisa-sisa padi yang masih bisa mereka selamatkan dari rendaman banjir. Padi yang terlihat sudah menguning yang tinggal menunggu panen tersebut dinaikkan ikat demi ikat keatas alat sederhana yang meraka buat sendiri dari bahan Sterofom.
- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
- Disnakerda Sangihe bersama Yayasan Sinibantu dan PT. Annur Jaya Gelar Pembekelan Bagi 42 Calon PMI Di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Audiensi Bersama Bupati Gorontalo, Tim Sekretariat DPRD Paparkan Kesiapan Temu Wicara PENAS XVII
“Kami terpaksa memanennya lebih awal pak, daripada busuk terendam banjir, yang masih bisa kami selamatkan, kami selamatkan pak dari pada rugi banyak.” ucap salah satu petani.Terima kasih pak Kapolsek telah bantu kami,” Ujarnya.
Kelima Desa tersebut memang sudah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba, akibat luapan debit air sungai. Hingga saat ini banjir yang menggenangi rumah penduduk tersebut mencapai pinggang orang dewasa, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika melihat intesitasi hujan yang tinggi.
Selain itu akibat banjir, akses jalan penghubung dari Desa Pokeang menuju desa Woomparigi, Desa Tambarobone dan Desa Tokala Atas, Desa Posangke dan Desa Taronggo tidak dapat dilalui kendaraan Roda dua maupun Roda empat, untuk korban jiwa nihil dan kerugian ditafsir puluhan juta rupiah, tertutama lahan pertanian yang terendam banjir. (Johnny)






