Bitung, Redaksisulut – Aliansi Peduli Mata Aer Aerujang gelar Forum Diskusi Kota dengan Pembahasan Jembatan Tol, Mata Aer Ujang, Geser Atau Pertahankan? di salah satu taman literasi yang ada di Kecamatan Girian. Minggu, (2/8/2020).
Dalam pembahasan menyatakan bahwa Aliansi bersama Pemangku Adat Negeri Danowudu dan Masyarakat tegaskan akan tetap menggeser jalan tol dari mata Air Aerujang.
Salah satu Ketua Bidang Budaya Pemangku Adat Negeri Danowudu Meidy Kalangi sekaligus Wakil Panglima Benteng Manguni Negeri Danowudu, saat dalam pertemuan mengatakan dirinya siap bersama anggota masyarakat Adat Danowudu siap bersama-sama dalam pergerakan dalam penolakan untuk geser Jalan Tol dari Mata Aer Aerujang.
“Untuk pergerakan saya akan siap bersama Masyarakat Adat Negeri Danowudu dalam menggeser jalan tol dari mata aer aerujang”. Kata Kalangi yang juga sebagai bagian Keamanan Pasukan Adat Negeri Danowudu.
- Faisal Yunus Soroti Penguatan Kinerja Usai Pelantikan Pejabat Baru Bone Bolango
- Wujud Nyata Dukungan Transisi Energi Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkenalkan Ekosistem Mobil Listrik ke Pemkab Bolmong
- Aksi Heroik Selamatkan Korban Kebakaran Mega Mall, Gubernur Yulius Beri Penghargaan Khusus Bagi Tim Damkar Manado
Hal itu juga disampaikan Rezaldy Sarendeng perwakilan dari Sekolah Sungai Kota Bitung dimana menyatakan bahwa kami tidak menolak pembangunan tetapi kami hanya meminta untuk digeser.
“Tolong lihat kami yang berjuang untuk kelangsungan mata air aerujang, ini bukan hanya untuk kami tetapi ini untuk banyak orang. Kota Bitung masih banyak yang susah mendapatkan air, tolong jangan ditambah lagi masyarakat yang susah mendapatkan air”. Tegas Zaldy.
Terpantau dari pertemuan tersebut, Aliansi Peduli Air Aerujang akan menggelar aksi damai di sepanjang jalan trans Kota Bitung di hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia 2020. (Wesly)






