Bitung, Redaksisulut – Aliansi Masyarakat Peduli Mata Air Aerujang peringati Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia di lokasi Hutan Adat Danowudu, Mata Air Aerujang.
Kegiatan yang mengusung tema Kelola Wilayah Adatmu Sebelum Dikelola Orang Lain ini sekaligus bertujuan untuk menyuarakan menggeser Jalan Tol dari Mata Air Aerujang.
Terpantau dalam kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu (8/8/2020) ini dalam baliho menggunakan tagar #SahkanRUUMasyarakatAdat #GeserJalanTolDariAERUJANG.
Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara, Henro Rompas, saat ditemui mengatakan bahwa sangat mengharapkan untuk jalan tol digeser dari titik mata air Aerujang dimana Pemerintah dan siapa saja yang terlibat dalam pengerjaan jalan tol untuk merubah design proyek yang nyata-nyata sudah bertujuan merusak mata air.
- Anwar Sidora Tegaskan Pentingnya Konsistensi Jaga Kedisiplinan Kerja
- Rumah Adik Wartawan di Keuno Terbakar, Pihak Kepolisian Diminta Lakukan Penyelidikan
- Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Penyakit Menular : Instrumen Hukum Penting Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Kesehatan
“Cukup digeser, Negara tidak terlalu rugi untuk membebaskan lahan. Dan untuk Presiden kami Jokowi, jika petunjuk Menteri PUPR saja tidak dipakai oleh pihak jalan tol, berarti hanya kebijakan Presiden sajalah yang mungkin akan mereka dengar. Dengarkanlah keluh kesah kami pak Jokowi”. Kata Rompas.
Ia juga mengatakan bahwa aliansi memilih lokasi Hutan Adat Danowudu, mata air Aerujang karena di tempat inilah yang menjadi fokus perjuangan kami.
“Selama proyek jalan tol ini tidak digeser, kami akan terus berkegiatan di Aerujang dan jika masih tidak didengar oleh Pemerintah, kami memilih untuk turun ke jalan dengan aksi damai dan menutup akses jalan utama, menyuarakan permintaan kami langsung ke jalan agar lebih banyak orang lagi yang peduli dengan mata air ini”. Tegas Rompas.
Dalam kegiatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia ini, dihadiri Pemangku Adat Negeri Danowudu, Ormas Adat Patriot Manguni Makasiouw Kota Bitung, Komunitas Sekolah Sungai Kota Bitung, Komunitas Adat Lalang Rondor Kota Bitung, Masyarakat Peduli Air Tendeki, Aliansi Peduli Air, Duta Lingkungan Hidup Provinsi Sulut, Duta Lingkungan Hidup Kota Bitung, Mister dan Miss Ecotourism Sulawesi Utara, Komunitas Kawasaran Ranowulu Waya, Forum Diskusi Kota Bitung dan beberapa masyarakat sekitar mata air. (Wesly)





