Tahuna – Menjerat 4 tersangka kasus Internet Desa (InDes), dikabupaten kepulauan Sangihe sejak 3 tahun lalu masih bergulir . Hal ini memicuh atensi dari aktifis Engel Simon yang mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) secepatnya menuntaskan kasus ini.
” Masyarakat selalu mempertanyakan penuntasan kasus InDes ini kepada kami, sehingga menurut informasi akan ada susulan gelombang demo besar-besaran yang secara spontan dari masyarakat, mungkin ribuan yang akan turun, apabila Aparat Penegak Hukum (APH) lambat untuk menuntaskan kasus InDes ini,” ungkap Engel Simon mewakili Aliansi Aktivis Pro Justicia.
Menanggapi pernyataan Engel Simon Ketua Komisi Cabang (Komcab) LPK-PK Sangihe, Johan Adler Fredrik Lukas mengatakan demo tersebut bisa saja terjadi atas kemauan dari masyarakat yang menginginkan daerah Sangihe bebas dari korupsi.
“Bisa saja terjadi demo besar-besaran, sebab masyarakat sudah resah dan banyak yang paham, sehingga kemungkinan ada 1000-an lebih warga masyarakat yang akan tergabung pada demo itu. Dan tentunya tetap memakai prinsip yang dinamakan demo damai, karena akan mengantongi surat ijin resmi dari pihak Kepolisian,” urai Lukas kepada media. (Yoss)
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara








