Bitung- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, yang terletak dijalan SH Sarundajang, dinobatkan sebagai terbaik 2 SPPG atau yang dikenal dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) se Sulut.
Hal ini dikarenakan adanya komitmen mitra dalam berinvestasi dan menjaga standar operasional berbuah prestasi.
Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses evaluasi menyeluruh yang mencakup manajemen operasional, standar higienitas dapur, kualitas penyajian, konsistensi pemenuhan standar gizi, hingga sistem pengawasan internal. Aspek keberlanjutan program strategis Presiden RI, Prabowo Subianto, juga menjadi bagian dari indikator penilaian.
Keberhasilan ini tidak lepas dari keseriusan mitra dalam menanamkan investasi pada sarana dan prasarana pendukung. Kolaborasi antara SPPG Wangurer Barat dengan dapur Beverly Miracle milik Chelsea Sumampouw menjadi salah satu faktor kunci.
Sebagai penyedia layanan dapur, Beverly Miracle memastikan proses produksi makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan, kelayakan higienitas, serta komposisi gizi yang ditetapkan.
“Investasi yang dilakukan mitra tidak hanya pada fasilitas fisik, tetapi juga pada sistem kontrol mutu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai distribusi,” kata kepala SPPG Wangurer Barat, Juliet Talimbekas, Kamis, (19/2/2026).
Ditambahlannya, dukungan juga datang dari Yayasan Manguni Aksi Delapan Lima juga sangat berperan dalam penguatan tata kelola, koordinasi, serta pendampingan operasional di lapangan.
“Peran yayasan turut menjaga konsistensi administrasi dan pelaporan agar tetap transparan dan akuntabel,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bitung, Dr. Nabsar Badoa, SPi MSi yang dimintai tanggapannya saat melakukan kunjungan ke sejumlah SPPG di Bitung, termasuk di Wangurer Barat mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas capaian Terbaik II se-Sulut tersebut.
Menurutnya, penghargaan itu menunjukkan bahwa proses penilaian berlangsung objektif dan transparan, serta membuktikan SPPG Wangurer Barat memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Harapannya, prestasi di tingkat provinsi ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam menjaga standar kebersihan dapur, ketepatan distribusi, serta transparansi pengelolaan program,” kata Badoa. (hzq)
![]()









