TOMOHON – Dengan makin berkembangnya media sosial (Medsos) sebagai sarana publikasi ditengah hiruk pikuk pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020, menambah kemudahan pada masyarakat untuk memperoleh informasi. Namun kemudahan tersebut (melalui medsos) banyak ditemui informasi yang belum tentu kebenarannya atau Hoax.
Sebagai penyelenggara Pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon mengajak Media massa turut berperan serta dalam pilkada di Kota Tomohon.
“Kami harapkan, peran serta media massa dalam Pilkada Tomohon. Semaksimal apapun tugas yang dijalankan KPU, tidak akan berarti apa-apa tanpa peran serta insan Pers. Sebab itulah, kami menggandeng media,” ujar Ketua KPU Tomohon Drs Harryanto Lasut MAP melalui Komisioner Divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas Stenly Kowaas SP, saat Coffemorning bersama insan pers, Jumat (2/10) 2020, di Aula KPU Tomohon.
Dikatakan Kowaas, peran serta media dalam menangkal informasi hoax dan black campaign diseluruh tahapan Pilkada sangat diharapkan. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
- PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
- Kinerja UPTD Pendapatan Wilayah XII Morut Tunjukan Tren Positif, Masih Tri Wulan III, Realisasi PKB Tembus 104 Persen
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Lanjut Kowaas, media massa didorong sebagai pusat pemeriksa fakta dan sebagai pencerah dalam hal pemberitaan. Media massa ditempatkan sebagai Referensi Objektivitas dan Akurasi dalam penyajian berita.
“Lewat pertemuan ini, diharapkan bisa menjadi media sosialisasi, pendidikan politik dan akuntabilitas pada pelaksanaan Pilkada Tomohon dari tahapan ke tahapan selanjutnya, hingga selesainya Pilkada nanti, “harapnya.
Dalam diskusi ini, tampil sebagai pemateri, Ketua PWI Sulut Drs. Vouke Lontaan, Ketua AJI Manado Lynvia Yinthze SL Gunde dan Wartawan senior Idham Malewa SE. (*)





