18 Unit Hunian Tetap Tidak Ditempati, Bupati Minsel FDW Diduga Usulkan Nama Penerima Fiktif

Minsel-Sudah hampir tiga tahun terjadinya bencana alam abrasi pantai Amurang, tepatnya pada tahun 2022 yang lalu,mengakibatkan puluhan rumah serta harta benda hilang dan ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Melalui pemerintah Pusat, akhirnya ratusan kepala keluarga di berikan Hunian tetap (Huntap) secara GRATIS dari pemerintah sebanyak 114 unit.

Dari ke 114 unit Hunian tetap tersebut sampai saat berita ini dinaikan ada 18 unit yang tidak ditempati (pemiliknya tidak jelas).

Pantauan dan informasi yang di dapat wartawan media ini bahwa ada sejumlah Huntap yang sudah di jual belikan.

Dari ke 18 unit Hunian tetap tidak bertuan ini diduga terjadi pengusulan nama-nama korban Fiktif yang diusulkan oleh Bupati Frangky Donny Wongkar (FDW) melalui instansi terkait.

Sejumlah sumber seperti mantan Lurah dan BPBD Minsel saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa data-data korban Bencana abrasi pantai Amurang sudah kami serahkan, begitu juga Sekretaris BPBD menyampaikan bahwa pengusulan dilakukan oleh Dinas terkait, kami hanya menyampaikan data korban dan pemetaan zona.

Sementara Ketua Umum LSM AMTI Tommy Turangan meminta Bupati Minahasa Selatan Frangky Donny Wongkar agar supaya secara transparan membuka ke publik nama-nama yang diusulkan, apalagi saat ini masih ada keluarga yang ditelantarkan di Huntara, kendati nama mereka masuk dalam daftar korban bencana Alam Abrasi pantai Amurang.

“Kalau nama-nama tersebut benar diusulkan kenapa 18 unit tidak ditempati ?. Dugaan kami Bupati Minsel mengusulkan nama-nama fiktif sehingga berupaya mencari celah untuk menyerahkan kepada keluarga yang bukan korban bencana”. ujar Turangan.

Di sisi lain Kadis Perumahan dan pemukiman (Perkim) Minsel Frangky Mamangkey saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa untuk 18 unit sementara dibahas bersama Forkopimda dan 1 unit untuk kantor Kelurahan dan ada 2 unit untuk lapak jadi masih ada 15 unit yang belum di tempati.  (onal-m)

Loading