Manado-Menanggapi pemberitaan di sejumlah media, Juru Bicara Gubernur Sulawesi Utara, Denny Mangala, menegaskan bahwa Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, sama sekali tidak anti kritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Bapak Gubernur sangat terbuka menerima kritik. Bahkan beliau menilai kritik adalah vitamin bagi penyelenggaraan pemerintahan. Namun, perlu digaris bawahi, kritik yang membangun haruslah disampaikan dengan fakta dan data, bukan berdasarkan fitnah, hoaks, atau informasi yang tidak terverifikasi,” tegas Mangala.
Ia menjelaskan, Gubernur Yulius senantiasa mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Karena itu, masukan yang berbasis pada realitas lapangan akan selalu menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan strategis.
“Kritik yang berdasar pada kajian, analisa, dan realita akan memperkaya kebijakan publik. Tetapi bila berbentuk tuduhan tanpa bukti, itu justru merugikan masyarakat karena dapat menyesatkan opini publik,” tambahnya.
- Solusi Praktis Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Kemudahan Pendaftaran “Home Charging Services” Ultima melalui Aplikasi PLN Mobile
- Gubernur Yulius Lantik Pengurus FKUB Periode 2026-2031,Jadikan FKUB Jembatan Komunikasi dan Penjaga Harmoni Sosial
- Implementasi NIB-NOP, Pemkot Bitung Lakukan Kerja Sama Antar Daerah
Denny Mangala juga mengimbau media dan masyarakat untuk bersama menjaga ekosistem informasi yang sehat, terutama di era digital saat ini, di mana arus informasi begitu cepat menyebar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, katanya, selalu menghargai peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pembangunan.
“Bapak Gubernur tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Tapi mari kita bangun Sulawesi Utara dengan kritik yang cerdas, bermartabat, dan berbasis fakta,” pungkasnya. (*J.Mo)







