Sulut-Gubernur Sulawesi Utara terpilih Yulius Selvanus Lumbaa-Komaling (YSK) menegaskan bahwa dirinya tak pernah meminta informasi data dan uang.
Hal ini ditegaskan YSK melalui akun Facebook resminya, Rabu 15 Januari 2025. Di mana pihaknya mengingatkan dengan keras oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta informasi data dan uang melalui sambungan telepon maupun WhatsApp.
“Tidak ada orang dekat dan tangan kanan saya melakukan cara tidak terpuji seperti itu. Apalagi meminta uang,” ungkap YSK.
Menurut YSK, pelaku penipuan bisa mengelabui atau menggunakan fasilitas video call dengan kecanggihan meta AI. “Mohon menjadi peringatan kepada rekan dan keluarga saya,” himbaunya.
- Wujud Nyata Dukungan Transisi Energi Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkenalkan Ekosistem Mobil Listrik ke Pemkab Bolmong
- Aksi Heroik Selamatkan Korban Kebakaran Mega Mall, Gubernur Yulius Beri Penghargaan Khusus Bagi Tim Damkar Manado
- Gelar RDP, Komisi IV DPRD Sulut Mediasi Permasalahan Antara Pekerja Dengan Pihak Penyedia Jasa Di Lingkungan RSUP Kandou
Hal yang sama pula disampaikan Wakil Gubernur Terpilih Victor Mailangkay melalui akun fb nya, menjelaskan secara tegas jika ada orang-orang yang mengatasnamakan suruhan Bpk Yulius Selvanus dan Bpk Victor Mailangkay dengan mengiming-imingi jabatan kepada masyarakat, baik itu jabatan Kepala Sekolah, Kepala Dinas, dan berbagai jabatan lainnya juga meminta-minta proyek itu bukanlah perintah dari YSK dan Victor.
“Jadi, mengimbau untuk masyarakat tidak terbodohi oleh hal-hal yang hoax dan jangan memberikan uang imbalan untuk segala sesuatu yang dijanjikan oleh seseorang yang mengatasnamakan YSK-VICTOR,” ujarnya.
“Sementara ini YSK-VICTOR lagi fokus menyelesaikan urusan di Mahkamah Konstitusi mohon doanya. Terima Kasih dan selamat beraktivitas untuk kita semua,” kuncinya.
Diketahui, sebagian pengguna WhatsApp di Tanah Air kini mulai bisa menggunakan fitur Meta AI.
Meta AI WhatsApp adalah fitur chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan pada September 2024 dan hanya tersedia di beberapa negara, seperti Inggris, Prancis, Portugis, Spanyol, dan baru-baru ini di Indonesia.
Pengguna bisa menggunakan Meta AI untuk mengobrol, bertanya sesuatu, mencari ide atau inspirasi, hingga meminta dibuatkan gambar.
Kepada seluruh masyarakat di himbau untuk waspada terhadap jenis penipuan diatas. (*)








