Sulut-Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil perolehan penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dalam pemilihan serentak tahun 2024, kembali memunculkan cerita menarik.
Dimana saat penghitungan suara hasil rekapitulasi KPU Bolmut, Bawaslu saksi Paslon 02 Denny Mokodompit, melakukan interupsi meminta pertanggungjawaban KPU terkait hilangnya saksi Paslon 02 yang hilang setelah dikeluarkan paksa pada rapat pleno hari pertama.
“Interupsi yang kami sampaikan karena peristiwa hilangnya saksi Paslon 02 atas nama Joutje Rumondor terjadi dilokasi rapat pleno dan itu menjadi tanggungjawab KPU, tegas Mokodompit, Jumat (6/12/2024).
Juga dikatakannya jika sampai hari ini yang bersangkutan tidak ada kabar, maka upaya hukum melaporkan ke pihak berwajib terkait orang hilang akan kami lakukan.
- Pemda Gelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H /2026 M, Sekaligus Pelantikan Pengurus IPIM Dan Baznas Morut
- Plt Bupati Heronimus Makainas Hadiri Rapat Sinkronisasi Program Listrik Perdesaan
- Jemmy Ringkuangan : Pasokan Cabai Dari Luar Daerah Untuk Stabilitas Harga,Bukan Untuk Mematikan Petani Lokal
” Yang pasti, Kami tetap meminta KPU bertanggungjawab atas kasus hilangnya saksi Paslon 02,” tegas Mokodompit.
Sementara itu Awaludin Umbola komisioner KPU Sulut yang memimpin rapat pleno mengatakan, untuk sanggahan yang disampaikan saksi Paslon 02 terkait kabar hilangnya saksi Paslon 02 itu diluar rananya KPU, karena tugas dalam rapat pleno adalah membahas dan menetapkan hasil rekapitulasi hasil perolehan suara.
Pada rapat pleno hari kedua, saksi Paslon 02 tetap melakukan interupsi atas kejadian khusus saat hari H pencoblosan yang terjadi di sejumlah TPS.(*)







