Makassar – Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS mendorong agar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersatu dan melahirkan rekomendasi ke pemerintah pusat tentang industri pertambangan agar tidak merugikan daerah.
Hal itu disampaikan pada workshop bertema “Peningkatan kapabilitas ekonomi dan bisnis decision maker di Kawasan Timur Indonesia di sektor mineral dan energi” yang dilaksanakan di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Kamis (9/3/2023).
Workshop ini diprakarsai oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya bekerjasama dengan Apkasi dengan peserta para kepala daerah dari Kawasan Timur Indonesia.
Kegiatan ini diawali kata sambutan dari Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konjen AS di Surabaya, Mrs. Roshni Nirody dengan pemateri utama Profesor Ian Lange, Colorado School of Mines dengan moderator Prof. Adi Maulana dari Universitas Hasanuddin Makassar.
- Ibadah Syukur Warnai Peresmian SPPG Walian Satu di Tomohon
- Update Info Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Mediasi Permasalahan Antara Buruh Dengan Pihak Penyedia Jasa Di Lingkungan RS Kandouw Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Tatib DPRD
- GMIM Moria Kolongan Rayakan HUT ke-174 dengan Ibadah Syukur, Kejuaraan Moriko Cup 2026 Sukses Digelar
Bupati Delis mengatakan usul-usul Apkasi pasti dipertimbangkan pemerintah pusat, hal itu telah terbukti dengan perubahan regulasi dalam hal penanganan honorer di seluruh Indonesia.
“Seperti kita tau sendiri pemerintah pusat akhirnya mengubah regulasi tentang penghapusan honorer, dari awalnya semua honorer akan dihapus pada akhir tahun ini, namun kemudian dibatalkan oleh pemerintah pusat. Hal ini terjadi setelah Apkasi memberi pertimbangan,” ujarnya.
Sekjen Apkasi Adnan Purichta Ichsan YL yang juga menjabat Bupati Gowa setuju dengan masukan Bupati Morut tersebut. (MCCD/John)








