Rusak Parah, Warga Sitaro Minta Badan Jalan Ulu-Ondong Diperbaiki

Sitaro – Rusaknya badan jalan Ulu-Ondong sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Oleh karena itu warga meminta Pemerintah Provinsi Sulut melalui instansi terkait dapat memperhatikan dan memperbaiki sejumlah ruas jalan trans utama yang menghubungkan antara kota Ulu ke ibukota Ondong.

Hal itu di keluhkan sejumlah warga pengguna jalan yang sering melewati ruas jalan tersebut, kepada media ini, Selasa (14/02/2023).

Di jelaskan, jalan yang mengalami kerusakan parah itu terjadi sepajang 700 meter terletak di tanjakan panjang (nama lokal daerah Lengehe Manandu) melewat tiga Kampung Pehe, Kampung Kanawong dan Kampung Beong. Kerusakan yang terlihat di bahu badan jalan sisi kanan dan sisi kiri tampak berlobang dan retak sehingga berdampak rawan lakalantas apalagi di musim penghujan.

Selain kondisinya mengalami rusak parah, rawan longsor serta berada di daerah terjal atau sisi jurang, tampak juga sejumlah material dan tanah berserakan di bahu jalan,sehingga jika melewati ruas jalan tersebut para pengguna jalan sangat berhati- hati, jika tidak akan mengalami kecelakaan bahkan nyawa bisa melayang.

Hal diatas sudah sering terjadi berulang kali sampai memakan korban dalam lakantas, pihak pemerintah daerah kabupaten melalui dinas terkait saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.  Namun itu menurut mereka adalah tanggung jawab pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Jalan tersebut masuk kategori Provinsi dan untuk perbaikan maupun pemeliharaan silahkan berkordinasi langsung ke Pemprov Sulut,” Ujar salah satu pegawai di Dinas PUPR Sitaro yang tidak mau namanya di publis,(red).

Dari pemantauan media ini, sepanjang jalan itu saluran air tidak berfungsi dengan baik sehingga membias ke bahu jalan dan materialnya berserakan bahkan drainasenya sudah berlubang dan merusak sisi bahu jalan kiri dan kanan, terlebih lagi jalan penghubung antara Ulu Ondong.

Padahal belum lama di perbaiki termasuk di sepanjang 300 meter dari kampung Beong ke Bebali, dan saat ini sudah tampak mengalami kerusakan dan diduga pengerjaannya asal -asalan oleh kontraktornya.

“Kami meminta perhatian pemerintah Provinsi agar ada perhatiannya, termasuk para legislator berasal dari Dapil Nusa Utara yang duduk di DPRD Provinsi Sulut, agar dapat memperhatikan berbagai keluhan warga termasuk jalan yang di maksud, jangan cuma datang nanti tebar pesona apalagi sudah mendekati tahun politik,” Ujar Warga (red). (heri)

Loading