Amurang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang kembali mengeluarkan 1 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendapatkan hak Integrasi untuk menjalani program Pembebasan Bersyarat. Selasa (15/11/2022),
Pemberian Integrasi mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 18 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permenkumham No. 03 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.
Pembebasan Bersyarat yang diberikan kepada narapidana harus telah memenuhi syarat substantif dan administratif sesuai dengan rekomendasi sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan dan telah memenuhi syarat substantif dan administratif sesuai dengan rekomendasi sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Amurang, Fentje Mamirahi, S.Pd, menekankan bahwa dalam proses layanan Integrasi ini tidak dipungut biaya apa pun. Beliau juga berharap para narapidana yang bebas dapat kembali pada masyarakat dan turut serta membangun hubungan sosial yang baik dengan lingkungan.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Kami terus memberikan layanan terbaik dalam pembebasan narapidana baik bebas murni maupun integrasi. Komitmen Harus Terus Kita Upayakan”, ujar Fentje Mamirahi.
Harapannya, saat mereka kembali di lingkungan masyarakat, mereka dapat berperilaku baik dan turut serta membangun hubungan sosial yang baik di lingkungan tempat tinggalnya. (Onal)








