MANADO – Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mendampingi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia DR Jerry Sambuaga meluncurkan digitalisasi OVO untuk perdagangan pasar tradisional, di pasar Bersehati, Kecamatan Wenang, Jumat (02/10).
Acara peluncuran tersebut dihadiri pula Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut Arbonas Hutanarat, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputera serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Manado.

Digitalisasi OVO sebagai upaya mewujudkan maksimalisasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah di masa pandemi Covid-19 melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Dimana, pelaku UMKM khususnya pedagang di pasar tradisional dapat melakukan transaksi minim kontak secara aman, nyaman dan praktis.
“Pasar tradisional sebagai salah satu pusat pergerakan ekonomi masyarakat, diharapkan terus menjalankan kegiatan dengan menjalankan protokol kesehatan secara patuh, termasuk dalam melakukan transaksi,”ujar Wamendag.

Menurutnya, sampai saat ini pasar tradisional masih menjadi tempat favorit masyarakat dalam memenuhi kebutuhan belanja sehari-hari.
“Namun jangan sampai pasar tradisional malah menjadi lokasi yang berpotensi menyebarkan virus. Maka dari itu, saya mendukung langkah yang dilakukan OVO untuk mendigitalisasi Pasar Bersehati, yang merupakan pasar terbesar di Kota Manado ini,”tandas Sambuaga.

Lanjut dikatakan, mobilitas dan aktivitas pasar yang penuh kontak fisik harus diubah menjadi mobilitas daring yang bukan saja minim kontak, tapi juga non tunai atau cashless.
“Program digitalisasi pasar, selain membantu meningkatkan pelaksanaan protokol kesehatan, juga akan mentransformasi dan merevitalisasi sistem interaksi masyarakat di pasar tanpa meninggalkan penunjang infrastruktur ekonomi,”tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota GSVL mengapresiasi perhatian dan dukungan Kementerian Perdagangan serta OVO, dalam mendigitalisasi pasar tradisional di Kota Manado.
“Sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat, Pasar Bersehati menjadi salah satu sentra pergerakan ekonomi Manado, dan kami selalu mengedukasi pentingnya menjaga protokol kesehatan dalam berkegiatan di pasar. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antara pemerintah Kota Manado dengan kementerian dan lembaga terkait, serta OVO selaku perusahaan teknologi keuangan dalam memajukan Kota Manado, dan memperluas adaptasi teknologi bagi masyarakat Sulawesi Utara,”pungkas Walikota GSVL. (Lipsus)






