Kotamobagu-Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., meninjau secara langsung kondisi Jembatan Gantung Monsi yang ambruk di Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (20/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Kotamobagu Claudy N. Mokodongan, S.T., M.E., Kepala BPBD Asriyanti, S.T., M.M., Camat Kotamobagu Barat Sofyan Abdjul, S.E., dan Camat Kotamobagu Selatan Rinra Lamaka, S.E.
Wali Kota menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa ambruknya jembatan yang menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat di wilayah tersebut.
“Pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas terjadinya peristiwa ini. Saya juga telah menjenguk secara langsung masyarakat yang terdampak, yang saat ini sedang mendapatkan perawatan di RSUD Kotamobagu. Alhamdulillah, penanganan terhadap para korban dilakukan dengan sangat baik oleh pihak rumah sakit. Saya juga terus memantau perkembangan kondisi mereka, dan mudah-mudahan para pasien dapat segera pulih dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujar Wali Kota.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Kotamobagu akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki serta memulihkan kembali fungsi Jembatan Gantung Monsi agar dapat kembali digunakan masyarakat.
“Pemerintah Kota Kotamobagu akan melakukan berbagai upaya dalam rangka memperbaiki serta memulihkan kembali fungsi dari Jembatan Gantung Monsi ini,” tambahnya.
Selain meninjau lokasi, Wali Kota juga berdialog langsung dengan masyarakat yang berada di sekitar jembatan, mendengarkan aspirasi serta masukan terkait kondisi akses dan kebutuhan warga pascakejadian tersebut. (*)








