Manado – Wali Kota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, Selasa (21/04), mendampingi Menteri Pertanian RI, DR. S. Y. Limpo bersama Ketua Komisi IX DPR RI, Felly E. Runtuwene, SE dan Kejati Sulut, Andi Muh Igbal Arief, SH, MH. Dalam acara pelepasan eksport rempah (Pala) dari Manado ke Belanda, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan toko tani.

Wali Kota GSVL, menyampaikan pesan Menteri Pertanian RI, dimana Pak Menteri mengajak masyarakat kota Manado untuk jadi pilot project menerapkan konsep family farming atau pertanian keluarga yang memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidur dalam menjaga ketahanan pangan, akibat wabah Covid-19. Kegiatan tersebut pun turut meminimalisasi kemungkinan terjadinya kerawanan pangan.

- Bidik PAD Rp 8 Triliun, Gubernur Yulius Dorong Ekonomi Tumbuh 8 PersenĀ
- Rakor Inflasi, Gubernur Yulius Instruksikan Stabilitas Harga Cabe dan Antisipasi Dampak El Nino
- Hari Pelanggan Nasional 2026: Tegaskan Komitmen Layanan Sepenuh Hati, PLN UID Suluttenggo Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Pelanggan
“Family farming diawali oleh ASN diharapkan agar setiap keluarga dapat memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangannya untuk bercocok-tanam atau beternak,” ujar Wali Kota GSVL.

Lanjut, Wali Kota GSVL, jika program bisa berjalan di tiap keluarga maka dapat mengatasi permasalahan kekurangan pangan. Terlebih saat wabah Covid-19 pasokan dari sentra produksi terhambat.
“Kondisi wabah akibat virus sekarang ini, pangan tidak hanya diperlukan sebagai pemenuhan gizi agar tubuh tetap kuat tetapi diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh tetap sehat,” kata Wali Kota GSVL.

Selain itu, Wali Kota GSVL dalam kegiatannya, memantau lokasi Pekuburan Umum kota Manado disiapkan Pemerintah Kota dilokasi Kaiwatu dekat ringroad dan Jenazah pertama dimakamkan seorang Bayi. Kemudian tinjau tanaman jagung, kacang tanah yang ditanam ASN Pemkot dilokasi Buha Mapanget sudah mulai bertumbuh dan beberapa bulan kedepan sudah dapat di panen. (Liputan Khusus)





