Gorontalo-Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menerima kunjungan kerja (Kunker) Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gorontalo, Parulian, di ruang kerja Wakil Ketua DPRD, Selasa (23/9/2025).
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi terkait kondisi serta pembinaan yang tengah dijalankan bagi anak-anak binaan di LPKA Gorontalo.
Dalam kesempatan tersebut, Parulian memaparkan bahwa sebagian besar permasalahan yang melatarbelakangi anak-anak masuk ke LPKA dipengaruhi oleh penggunaan gadget, lingkungan sekitar, dan faktor pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong program pembinaan, khususnya di bidang pendidikan, agar anak-anak binaan mampu kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Baca:Terima Aspirasi Aliansi BEM Untuk Rakyat Gorontalo, Thomas Mopili : Kami Akan Menjaga Marwah DPRD
- Plt. Bupati Heronimus Makainas dan Wartawan, Perkuat Sinergi Membangun Daerah
- Wagub Victor Mailangkay Hadiri Penandatanganan PKS Percepatan Penyelesaian Status Kewarganegaraan Undocumented Person di Bitung
- Lantik 318 Pejabat Fungsional, Gubernur Yulius Ingatkan Rawat Kebersamaan dan Tinggalkan Ego Sektoral
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa memberikan apresiasi sekaligus menekankan pentingnya perhatian serius terhadap isu anak binaan. Ia menegaskan bahwa persoalan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan kunjungan langsung ke LPKA Gorontalo untuk melihat kondisi nyata serta proses pembinaan yang sedang berjalan.
“Kasus seperti ini harus lebih diperhatikan. Anak-anak binaan LPKA perlu mendapatkan perhatian lebih agar mereka dapat tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik,” ujar Ridwan.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala LPKA Gorontalo turut didampingi Kepala Seksi Registrasi serta staf. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara LPKA dan DPRD dalam memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan anak, demi terwujudnya pemasyarakatan yang lebih humanis serta bermanfaat bagi generasi muda. ***







