Gorontalo-Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis bukan semata-mata soal menyediakan makanan. Lebih dari itu, program ini merupakan upaya strategis untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan kerja Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (02/07/2025).
Ridwan menyebut, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) perlu dipahami dalam kerangka besar pembangunan manusia.
“Ini bukan hanya soal makan gratis. Kita bicara peningkatan konsumsi gizi generasi muda, intervensi kesehatan jangka panjang, dan secara ekonomi mendorong perputaran dari hulu ke hilir, dari petani sampai penyedia pangan lokal,” ujar Ridwan.
- Terima Kunker Tim Perwakilan Ombudsman RI Sulteng, Zaldi Amir Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Akuntabel Bebas Mal Administrasi
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
Skema ini tentunya membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, terutama petani dan UMKM penyedia bahan makanan, untuk terlibat dalam ekosistem penyediaan pangan sehat.
Dalam hal itu, DPRD juga mendorong pemerintah provinsi untuk menyiapkan pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga program nasional ini.
“Dorongan ekonominya juga bisa tumbuh lewat pertanian misalnya. Pasokan seperti beras, daging, ikan dan lainnya itu menjadi salah satu penentu juga dalam keberhasilan program ini,” ungkapnya.
Bagi Ridwan, ketika negara hadir lewat makanan bergizi gratis, maka negara juga sedang berinvestasi pada daya saing manusia Indonesia ke depan.
“Ini jangka panjang, kami akan dalami juga apakah ini akan terus berlanjut walau pemerintahan kali ini sudah selesai,” pungkas Ridwan. ***








